Gugat Cerai, Gustiranda Didukung Mertua

Gugat Cerai, Gustiranda Didukung Mertua

- detikHot
Rabu, 29 Mar 2006 12:22 WIB
Gugat Cerai, Gustiranda Didukung Mertua
Jakarta - Usia pernikahan Gustiranda (Bukan Gusti Randa seperti ditulis sebelumnya-red.) dan Nia Paramitha hampir memasuki 9 tahun. Tiba-tiba saja, Gusti menggugat cerai Nia. Padahal selama ini kabar miring seputar rumah tangga mereka nyaris tak terdengar.Namun siapa sangka, Gusti tak butuh waktu lama untuk mempertimbangkan keputusan ini. Cukup tiga hari, ia pun mendaftarkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan.Gugatan cerai talak dengan nomor perkara 399/Pat6/2006/PAJS atas nama Yungki Gustiranda pun didaftarkan di PA Jakarta Selatan. "Ini sudah saya pikirkan cukup matang. Saya ingin menyelamatkan anak-anak saya," tutur Gusti kepada wartawan di PA Jakarta Selatan, Rabu (29/3/2006) siang. Masalah besar apa gerangan di balik gugatan cerai itu? "Seperti biasa lah penyebabnya," jawab Gusti singkat. Namun buru-buru ia menambahkan bahwa masalah itu terlalu pribadi untuk dibeberkan.Sementara kabar yang berhembus menyebutkan adanya orang ketiga dari pihak Nia. "Kalau itu, tanyakan saja ke istri saya biar dia yang menjawab," imbuh pria yang berprofesi sebagai pengacara ini.Ditanya wartawan mengenai kabar kedekatan Nia dengan seorang tokoh parpol yang memicu gugatan cerai, Gusti tutup mulut. "No comment, no comment," tampiknya.Pria berambut kelimis itu kemudian menceritakan rumah tangganya sudah dirundung masalah sejak enam bulan yang lalu. Karena itulah, ia menggugat cerai Nia, sekaligus meminta hak perwalian keempat anaknya. "Saya rasa ini keputusan terbaik. Saya sudah konsultasi juga dengan orangtua Nia, terutama ibu mertua yang sangat membantu saya. Mereka mendukung tapi yang penting adalah anak-anak saya yang masih kecil-kecil," papar Gusti.Gustiranda dan Nia Paramitha menikah pada 30 Agustus 1997. Perbedaan usia 13 tahun, dan pertentangan keluarga pun tak menghalangi mereka naik ke pelaminan. Kini mereka telah dikaruniai empat orang anak. Mohammad Syahdila Darama, Mohammad Syahdewa Dilahdasyana, Syahgita Puan Marlinashinta, dan Syahratu Agatha Novelina. (dit/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads