Nekat Berbikini di Jalan, Ini Pesan Dinar Candy untuk Pemerintah

Tim detikcom - detikHot
Rabu, 04 Agu 2021 17:50 WIB
DJ Dinar Candy saat ditemui dikawasan Tendean, Jakarta, Senin, (25/01/2021).
(Foto: Palevi/detikcom) Dinar Candy menyinggung tentang aktivitas di beberapa negara yang sudah mulai buka masker dan berangsur-angsur normal.
Jakarta -

Dinar Candy benar-benar mewujudkan janji berbikini di pinggir jalan kalau PPKM diperpanjang. Dinar Candy juga menyisipkan pesan untuk pemerintah.

"Ya kalau kritik belum tentu diterima. Ya lakukan yang terbaik biar cepat normal lagi," kata Dinar Candy saat ditemui di kediamannya di kawasan Cirendeu, Tangerang Selatan.

Dinar Candy menyinggung tentang aktivitas di beberapa negara yang sudah mulai buka masker dan berangsur-angsur normal. Dinar berharap kondisi tersebut juga bisa terjadi di Indonesia.

"Takut ekonomi kita ketinggalan jauh. Kalau memang terakhir tanggal 9 Agustus ya sudah tok gitu biar pengusaha punya persiapan. Habis tanggal 9 mereka ada planning. Kalau setelah tanggal 9 ada PPKM lagi, 'Aduh Pak sudah nggak kuat.' Planning berubah-ubah," ucap Dinar Candy.

"Aku pengin PPKM terakhir di tanggal 9. Jadi aku sendiri yang suka bikin konten ada planning. Kita saling menunjang ekonomi, kalau ekonomi kita bagus pasti ekonomi negara bagus. Ya aku mohon, PPKM gimana? Aku mau ada penjelasan kalau ada PPKM terakhir tanggal 9. Kalau ada perpanjangan aku ambyar banget bingung mau ngelakuin apa," tegasnya.

Dalam unggahan sebelumnya, Dinar Candy mencolek Presiden Joko Widodo. Ia membubuhkan akun Instagram orang nomor satu di Indonesia itu. Posting-an itu langsung banyak mendapatkan tanggapan dari netizen.

Sayang posting-an dirinya mencolek Jokowi sudah dihapus.

"Jadi aku tuh kalau PPKM darurat 1, 2, 3, aku lihat dari Instagram Pak Jokowi ada pengumuman. Kemarin nggak ada pengumuman kan, makanya aku upload sore," jelasnya.

Dinar Candy janji akan turun ke jalan pakai bikin sebagai bentuk protes PPKM diperpanjang. Hal itu dilakukan sebelum Presiden Joko Widodo membuat pengumuman PPKM diperpanjang.

(pus/aay)