Didi Riyadi Minta Jokowi Setop PPKM Darurat: Ekonomi Nyungsak

Febriyantino Nur Pratama - detikHot
Senin, 19 Jul 2021 18:29 WIB
Jakarta -

Didi Riyadi viral usai membuat surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo. Dia menolak perpanjangan PPKM Darurat Jawa-Bali.

Menurut Didi PPKM hanya akan memperburuk ekonomi Indonesia. Dia juga berpendapat pemerintah jangan memperlihatkan kondisi pandemi COVID-19 terkait para korban yang masih terus berjatuhan.

"Mungkin sebagian ada yang miss belum baca suratnya segala macam bisa ke Instagram gue. Di situ ada poin-poin yang sudah gue sebutkan, jelas banget yang artinya tidak melulu soal COVID-19, COVID diekspose angka kematian segala macam," kata Didi Riyadi saat mengisi Kopi Viral Trans TV, Senin (19/7/2021).

Didi Riyadi juga meminta pemerintah mengabarkan angka kesembuhan COVID-19. Drummer band Element itu berharap tak ada lagi berita yang menyebarkan kabar buruk soal pandemi COVID-19.

"Ayo di-up lagi kayak misalnya yang survive banyak yang sembuh, juga banyak lansia, anak-anak yang masih bisa sembuh. Semuanya ada juga satu itu," ungkapnya.

"Ramah bukannya hanya COVID-19 nya saja. Ini kita secara ekonomi kita nyungsak, artinya ini udah lebih dari setahun. Ketika mau diperpanjang, mau sampai kapan lagi gitu?" lanjutnya.

Didi Riyadi juga mempertanyakan apakah PPKM darurat menjadi pilihan yang solutif. Dia merasa belum tentu pilihan tersebut juga pas dan sesuai untuk rakyat.

"Kedua, di balik aturan-aturan yang diberikan solutif nggak? Peraturan yang dibuat apa pun namanya mau PPKM, PSBB, bisa ganti istilah bisa saja. Artinya bisa dikaji ulang aturan itu yang dibuat fit in nggak sih sama masyarakat di Indonesia," bebernya.

Didi juga meminta pemerintah agar tidak selalu mencontoh luar negeri dalam penanganan COVID-19. Untuk saat ini, menurut Didi Riyadi yang paling penting adalah pemerintah memperhatikan kelangsungan perekonomian rakyat.

"Kita jangan selalu, oke Italia begini, Jerman begini. Wah kita belum tentu diadaptasi di sini (masyarakatnya berbeda)," imbuhnya.

"Kan pemerintah maksudnya bilang kita open banget lo dikasih kritik, dikasih masukan surat yang ibaratnya surat yang gue layangan untuk Bapak Presiden pun juga artinya juga ada fakta, why, kenapanya, juga ada gitu," pungkas Didi Riyadi.

(pus/nu2)