Kartika Putri Kenang Kalimat Terakhir Ibunda Saat Dilarikan ke Rumah Sakit

Febriyantino Nur Pratama - detikHot
Sabtu, 17 Jul 2021 11:45 WIB
Kartika Putri dan Ibunda
(Foto: Instagram) Dikisahkan Kartika Putri ibundanya sudah beberapa kali mengisyaratkan soal dirinya akan meninggal.
Jakarta -

Kartika Putri masih berduka atas kepergian ibundanya, Masayu Puspita Diana Putri. Seperti diketahui ibunda Kartika Putri meninggal dunia pada akhir pekan lalu, Sabtu (10/7/2021), usai berjuang melawan COVID-19.

Dikisahkan Kartika Putri ibundanya sudah beberapa kali mengisyaratkan soal dirinya akan meninggal. Terdengar dari kalimatnya yang mengutarakan keengganan buat dibawa ke rumah sakit demi perawatan COVID-19 yang lebih intensif.

"Sampai di tanggal 2 (Juli), saturasi mama (ada di angka) 80 (dan) 87, padahal itu sudah oksigen 100 persen. Akhirnya karena saturasi mama itu aku putuskan bawa ke rumah sakit. Proses pencarian rumah sakit itu sangat sulit," kata Kartika Putri saat ditemui usai mengisi acara Brownis di Trans TV pada Jumat (16/7/2021).

Beruntung setelah itu dia bisa menemukan rumah sakit di kawasan Jakarta Selatan. Tidak menunggu waktu lama dia pun membawa orang tuanya tersebut ke RS.

"Alhamdulillah dimudahkan, mama dapet rumah sakit di hari itu juga, dapet di RSPP Simprug. Lalu berangkat," lanjut Kartika Putri.

Di momen itulah ibundanya meminta agar dirinya tidak usah dibawa ke Rumah Sakit. Terucap dari mulut sang ibunda, apabila dibawa ke Rumah Sakit dia takut tidak akan kembali ke rumah lagi.

"Mama tuh emang enggak pernah mau ke rumah sakit dan udah bilang sama mantunya 'Mama kalo ke rumah sakit pasti nggak pulang' gitu," ungkapnya.

"Mama tuh, udah banyak pertanda yang mama berikan buat kami, cuma pada saat itu kami masih berprasangka baik sama Allah, Allah kasih mamah umur panjang," ujar perempuan berjilbab itu.

Dalam kondisi positic COVID-19, ibu Kartika Putri sempat tak sadarkan diri. Kala itu dia sudah menggunakan bantuan selang oksigen demi bisa bertahan.

"Di RS tanggal 3 (Juli) mama dipakein oksigen penuh. Lalu nggak bekerja baik lalu dinaikin lagi oksigennya yang pake mask. Tanggal 4 mamah ngeluh sesak akhirnya dinaikan lagi oksigen yang FNC. Tapi saturasi mama juga nggak membaik akhirnya tanggal 4, (oksigen) mama dinaikin lagi ya pake semi venrilator," bebernya.

"Nah sebelum diberikan venrilator, di situ pada saat mama diinkubasi, sempat kita video call sama mamah, dia sempat memberikan jempol memberikan bye bye tangan. Perpisahan sama mama," lanjut Kartika Putri.

Istri Habib Usman Bin Yahya itu pun merasa tersentuh soal keinginan Ibundanya mati syahid lantaran berjuang melawan COVID-19. Tercetus keinginan sang Mama pulang ke kampung halamannya di Sumatera Selatan.

"Mamah bilang maulah meninggal kalo kena COVID-19, karena meninggalnya syahid gitu, masuk syurga tanpa hisab enak banget mama mau. Ada ucapan gitu, tapi anak sama mantu-mantu mama (bilang) 'aapan sih'. Sebelom mama berpulang sebenarnya sudah memberikan tanda, mama bilang sama habib mau pulang ke kampung halaman," imbuhnya.

"Ya waktu mama udah pake mask (oksigen) itu, mama sempet bilang mama mau pulang, sambil dia sedikit pake bahasa Palembang. Itu kita nggak tahu sebenarnya mama pulang ke rahmatullah," pungkasnya.

(fbr/aay)