Arzeti Bilbina Ingin Generasi Bangsa Terjaga, Dukung BPOM soal Pelabelan BPA

Mauludi Rismoyo - detikHot
Jumat, 16 Jul 2021 09:25 WIB
Arzeti anggota dpr ro 2019 2024.
Arzeti Bilbina Ingin Generasi Bangsa Terjaga, Dukung BPOM soal Pelabelan BPA. (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta -

Arzeti Bilbina bersuara soal generasi bangsa. Artis yang kini terjun jadi politisi itu ingin mereka terjaga sejak dini akan bahaya-bahaya yang ada, salah satunya dari paparan kemasan plastik yang mengandung BPA atau Bisphenol A.

Arzeti Bilbina merasa hal itu sangat penting. Ia pun berharap BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) bisa memfasilitasi dan mengedukasi soal bahaya kemasan plastik yang mengandung BPA ke masyarakat luas.

"Saya berharap BPOM segera memfasilitasi info sehat untuk masyarakat agar lebih cerdas lagi dalam memilih makanan dan minuman dalam kemasan plastik untuk menginfokan pelabelan dalam kemasan plastik yang mengandung zat berbahaya BPA," kata Arzeti saat dihubungi via telepon.

Arzeti Bilbina sendiri mendukung dengan tegas terhadap BPOM untuk segera memberikan label peringatan konsumen terkait kemasan plastik yang mengandung bahaya BPA. Anggota Komisi IX dari Partai Kebangkitan Bangsa Dapil Jawa Timur I itu percaya dengan pelabelan tersebut bisa memberikan dampak positif ke masyarakat yang punya bayi dan balita.

"Dengan adanya info pelabelan ini paling tidak kita telah membantu mengedukasi masyarakat dari yang belum tahu menjadi tahu tentang bahaya kemasan plastik yang mengandung bahan-bahan berbahaya," ujar Arzeti.

Sekadar diketahui BPOM sendiri telah punya regulasi yang mengatur batas migrasi maksimal BPA adalah sebesar 0,6 bagian per juta (bpj, mg/kg). Namun tetap saja zat BPA tersebut masuk dalam kategori zat berbahaya, terutama bagi kesehatan usia rentan yaitu bayi, balita, dan janin pada ibu hamil.

Berdasarkan riset baik di luar maupun di dalam negeri terungkap bahwa bahaya yang ditimbulkan dari BPA tidaklah sederhana. Bisa mengakibatkan kanker, dan gangguan otak.

Oleh karena itu, Arzeti Bilbina sangat fokus terhadap kesehatan generasi bangsa. Ia menyebut BPA ini sangat riskan dan perlu segera pelabelan dari BPOM.

"Ya ini semua saya bicara demi menjaga generasi bangsa. Kan kita nggak mau bayi dan para ibu hamil terkena paparan BPA," tutur Arzeti.

(mau/wes)