Ustaz Solmed Telepon Anies Baswedan saat Ibu Sulit Dapat RS Sebelum Meninggal

Desi Puspasari - detikHot
Senin, 12 Jul 2021 09:03 WIB
Ulama
Ustaz Solmed sampai hubungi Anies Baswedan ketika ibunda sulit dapat rumah sakit untuk cuci darah dalam kondisi positif COVID-19 Foto: Desi/detikHOT
Jakarta -

Ibunda Ustaz Solmed sempat kesulitan mendapat rumah sakit sebelum meninggal dunia. Ibunda Ustaz Solmed, Hj. Salmah Lubis harus rutin cuci darah karena sudah dua tahun idap gagal ginjal.

Selama dua tahun, ibunda Ustaz Solmed rutin melakukan cuci darah. Akan tetapi, adanya pandemi COVID-19 memang cukup menyulitkan.

Bolak-balik rumah sakit untuk cuci darah, Ustaz Solmed menyadari sulit untuk sang bunda tidak terpapar COVID-19.

"Dua tahun kurang lebih emak saya sakit gagal ginjal. Jadi selama dua tahun itu Emak selalu cuci darah, seminggu dua kali di rumah sakit. Sampai akhirnya datanglah wabah COVID ini," ungkap Ustaz Solmed.

Sang bunda diingat Ustaz Solmed adalah sosok yang tak pernah mau berhenti berjuang untuk sembuh. Apa pun mau dilakukan sang bunda demi sembuh.

"Operasi sudah per enam bulan, kadang 3 bulan, pasang lagi CDL, pindah lagi tangan, leher, semua dijalani dengan masyaallah kayak nggak ada apa-apa," kenang Ustaz Solmed.

"Karena cuci darah itu kadang ada pemeriksaan rutin, untuk pasien dengan izin Allah takdirnya Emak kena COVID," sambungnya.

Karena kondisi sang bunda yang terpapar COVID-19, rumah sakit yang biasa menerima ibunda Ustaz Solmed jadi tidak bisa melakukan tindakan. Sampai akhirnya, Ustaz Solmed mencari rumah sakit di Jakarta.

"Akhirnya rumah sakit yang tadinya tempat Emak cuci darah nggak mau nerima. Sampai kita cari rumah sakit di Jakarta beberapa dari mulai rumah sakit yang bawah, menengah, sampai yang atas, ibaratnya begitu. Nggak bisa juga," ungkapnya.

Ustaz Solmed bahkan sampai menghubungi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dia meminta bantuan untuk mendapat informasi rumah sakit yang bisa merawat sang bunda dan melakukan cuci darah.

Ustaz Solmed benar-benar tak menyangka ternyata sangat sulit mencari rumah sakit yang mau menerima pasien untuk cuci darah.

"Nggak nyangka, begitu ada COVID ternyata sulit orang untuk cuci darah. Saya coba menghubungi Pak Gubernur, Anies Baswedan, makasih Pak Gubernur. Beliau mengarahkan untuk dibawa ke Cengkareng karena di sana ada tempat cuci darah untuk orang-orang yang kena COVID-19," tuturnya.

"Alhamdulilah, tapi karena sudah beberapa hari, Emak saya sudah terlambat cuci darah," ungkap Ustaz Solmed.

Meski begitu, Ustaz Solmed sebagai anak satu-satunya yang sangat takut kehilangan orang tua, bisa ikhlas menerima ibunda meninggal dunia. Ustaz Solmed bersyukur masih bisa melayani di hari-hari terakhir sang bunda.

"Di hari-hari terakhir Emak saya, saya masih bisa melayaninya seperti biasa dengan baik. Ternyata itu suapan terakhir saya kepada dia, candaan terakhir saya kepada dia. Sampai akhirnya masuk RS, ICU, ventilator, kita tak bisa lagi berinteraksi, dan meninggal dunia," tutup Ustaz Solmed.



Simak Video "Jatuh Bangun Ustaz Solmed di Masa Pandemi: Utang hingga Jual Mobil"
[Gambas:Video 20detik]
(pus/dar)