Soal Rencana Belajar Tatap Muka, Arzeti Bilbina Peringatkan Corona Terus Naik

Mauludi Rismoyo - detikHot
Kamis, 24 Jun 2021 15:48 WIB
arzeti bilbina
Soal Rencana Belajar Tatap Muka, Arzeti Bilbina Peringatkan Corona Terus Naik. (Foto: dokumen pribadi)
Jakarta -

Di tengah kasus penyebaran virus COVID-19 kembali melonjak, muncul sebuah rencana dari Kemendikbudristek soal pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Hal itu mendapat sorotan dari Arzeti Bilbina.

Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi PKB itu mengingatkan pemerintah soal kesehatan masyarakat sangat penting dan di atas segala-galanya. Arzeti Bilbina khawatir sekali melihat kondisi sekarang terkait meningkatnya kasus Corona.

"Kesehatan masyarakat diatas segala-galanya. Grafik kasus Covid-19 terus alami kenaikan. Klaster-klaster bermunculan. Ini harus kita cegah bersama demi menekan penyebaran Covid-19," ujar Arzeti saat ditemui di Jakarta Pusat, Kamis (24/6/2021).

Eks model ternama itu meminta pemerintah mengkaji lagi soal pembelajaran tatap muka terbatas yang dikabarkan bakal mulai Juli mendatang. Arzeti Bilbina berharap mereka cermat dalam mengambil keputusan.

"Termasuk rencana pembelajaran tatap muka terbatas di tahun ajaran baru nanti, harus dilihat secara cermat dengan situasi yang ada saat ini. Saya rasa harus dikaji lebih mendalam, dipertimbangkan dengan sangat matang," tutur Arzeti.

Arzeti Bilbina memastikan tak asal bicara terkait penolakannya terhadap pembelajaran tatap muka terbatas. Sebab ia melihat data terbaru dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bahwa proporsi kasus COVID-19 pada anak usia 0-18 tahun mencapai 12,5 persen.

"Dari situ dikatakan 1 dari 8 kasus konfirmasi COVID-19 adalah anak-anak. Ini mengkhawatirkan," kata Arzeti.

Arzeti Bilbina berharap pemerintah bisa mempertimbangkan lagi soal PTM terbatas. Namun kalau keputusan tetap harus dilakukan rencana itu, ia meminta jaminan kesehatan anak-anak saat pergi ke sekolah dan kembali ke rumah.

"Kita ingin menjaga anak-anak Indonesia tetap sehat, namun tidak mengabaikan pendidikannya. Keduanya sangat penting, namun tetap harus mengedepankan kesehatan anak yang utama. Sosialisasi pembelajaran tatap muka harus dilaksanakan secara luas dan mempertimbangkan masukan dari orang tua serta anak-anak didik. Kita ingin Indonesia secepatnya lepas dari COVID-19," pungkas Arzeti Bilbina.

(mau/doc)