Harry dan William Tak Pernah Bicara Usai Pemakaman Pangeran Philip

Asep Syaifullah - detikHot
Selasa, 22 Jun 2021 14:53 WIB
LONDON, UNITED KINGDOM - OCTOBER 16 : Catherine, Duchess of Cambridge, Prince William, Duke of Cambridge and Prince Harry meet Paddington bear on platform 1 at Paddington Station as they meet the cast and crew from the forthcoming film Paddington 2 at Paddington Station on October 16, 2017. (Photo by Jonathan Brady - WPA Pool/Getty Images)
Harry dan William Tak Pernah Bicara Usai Pemakaman Pangeran Philip. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Usai Pangeran Philip meninggal dunia, sempat tersiar kabar bahwa Pangeran Harry, William, dan Kate Middleton berbicara bersama-sama untuk memperbaiki hubungan mereka yang mulai renggang.

Namun faktanya, ternyata tak pernah ada pembicaraan di antara mereka. Bahkan Pangeran Harry langsung pulang dengan jet pribadinya usai acara pemakaman tersebut.

Mereka menolak untuk duduk bersama dan membicarakan masalah tersebut. Karena mereka khawatir obrolan itu akan bocor ke luar dan menjadi konsumsi publik seperti yang sebelum-sebelumnya terjadi.

Dilansir dari Mirror, disebutkan bahwa Charles awalnya ingin mengajak putranya itu bicara. Namun Pangeran Harry menunjukkan gestur yang tak baik, sehingga ia pun mengurungkan niatnya itu.

"Mereka memberitahukan pada sahabatnya jika tak ada gunanya untuk bicara dengan Harry saat ini, karena apa pun yang mereka katakan akan diungkapkan ke Meghan dan dibongkar kembali pada Oprah atau presenter acara lainnya," ungkap salah seorang sumber.

Sebelumnya juga terungkap bahwa ternyata Pangeran Harry baru menyetujui wawancara tersebut setelah gelarnya resmi dicabut oleh Ratu Elizabeth II usai memutuskan pergi dari Inggris.

Pangeran Harry disebut sangat marah dengan tindakan neneknya dan juga keluarga Kerajaan Inggris lainnya. Apalagi hal itu juga berdampak pada hilangnya gelar militer yang sudah diraihnya hingga saat ini.

Tak sampai 24 jam dari pencopotannya, Pangeran Harry pun langsung mengiyakan tawaran Oprah Winfrey kepadanya.

"Itu adalah hal yang membuat dirinya sangat marah. Ia jadi sangat emosional dan pekerjaan militernya sangat penting baginya dan ia pun telah melakukan banyak hal," terang salah satu sumber pada The Sun.

Selain itu, menurut Mail Sunday, putra mereka yakni Archie tak akan pernah bisa menjadi seorang pangeran, jika Pangeran Charles menjadi seorang Raja. Pihak kerajaan disebut-sebut memastikan anak Harry dan Meghan Markle tak akan mendapatkan tempat di Kerajaan Inggris, karena mereka akan lebih merampingkan garis keturunan yang berhak di dalam Kerajaan Inggris.

Archie sendiri kini berada di urutan nomor 7 untuk pemegang takhta Kerajaan Inggris. Hal ini pun sedikit membuat Harry dan Meghan Markle frustasi.

"Harry dan Meghan diberi tahu jika Archie tak akan pernah menjadi seorang pangeran, meskipun Charles menjadi seorang raja," ungkap salah seorang sumber.

(ass/mau)