Pangeran Harry Setuju Diwawancara Oprah karena Marah Gelarnya Dicabut

Asep Syaifullah - detikHot
Senin, 21 Jun 2021 16:20 WIB
WINDSOR, ENGLAND - APRIL 17: Prince Harry arrives for the funeral of Prince Philip, Duke of Edinburgh at St Georges Chapel at Windsor Castle on April 17, 2021 in Windsor, England. Prince Philip of Greece and Denmark was born 10 June 1921, in Greece. He served in the British Royal Navy and fought in WWII. He married the then Princess Elizabeth on 20 November 1947 and was created Duke of Edinburgh, Earl of Merioneth, and Baron Greenwich by King VI. He served as Prince Consort to Queen Elizabeth II until his death on April 9 2021, months short of his 100th birthday. His funeral takes place today at Windsor Castle with only 30 guests invited due to Coronavirus pandemic restrictions. (Photo by Victoria Jones - WPA Pool/Getty Images)
Pangeran Harry dikabarkan kecewa gelar kerajaannya dicabut / Foto: dok. Getty Images
Jakarta -

Baru-baru ini terungkap fakta di balik wawancara Pangeran Harry-Meghan Markle dan Oprah Winfrey. Ternyata ia baru menyetujui wawancara tersebut setelah gelarnya resmi dicabut oleh Ratu Elizabeth II usai memutuskan pergi dari Inggris.

Pangeran Harry disebut sangat marah dengan tindakan neneknya dan juga Keluarga Kerajaan Inggris lainnya. Apalagi hal itu juga berdampak pada hilangnya gelar militer yang sudah diraihnya hingga saat ini.

Tak sampai 24 jam dari pencopotannya, Harry pun langsung mengiyakan tawaran Oprah Winfrey kepadanya.

"Itu adalah hal yang membuat dirinya sangat marah. Ia jadi sangat emosional dan pekerjaan militernya sangat penting baginya dan ia pun telah melakukan banyak hal," terang salah satu sumber pada The Sun.

Selain itu menurut Mail Sunday, putra mereka yakni Archie tak akan pernah bisa menjadi seorang pangeran jika Pangeran Charles menjadi seorang Raja. Pihak kerajaan disebut-sebut memastikan jika anak Harry dan Meghan Markle tak akan mendapatkan tempat di Kerajaan Inggris karena mereka akan lebih merampingkan garis keturunan yang berhak di dalam Kerajaan Inggris.

Archie sendiri kini berada di urutan no.7 untuk pemegang takhta Kerajaan Inggris. Hal ini pun sedikit membuat Harry dan Meghan Markle frustasi.

"Harry dan Meghan diberitahu jika Archie tak akan pernah menjadi seorang pangeran, meskipun Charles menjadi seorang raja," ungkap salah seorang sumber.

Sebelumnya juga sempat ramai kabar yang menyebutkan jika nama anak kedua Meghan Markle dan Pangeran Harry yakni Lilibet 'Lili' Diana Mountbatten-Windsor dianggap sebagai hal yang merendahkan Ratu Elizabeth II.

Padahal menurut mereka nama itu dipilih sebagai penghormatan untuk Ratu Elizabeth II dan mendiang Putri Diana. Dalam pernyataan resminya, Duke dan Duchess of Sussex mengatakan, 'Lili' terinspirasi dari nama panggilan masa kecil Ratu. Sementara Diana diambil dari nama ibu Pangeran Harry, mendiang Putri Diana, The Princess of Wales.

Menurt pakar Kerajaan Inggris, Angela Levin, pemilihan nama itu bukanlah sesuatu yang baik malah kurang berkenan bagi Sang Ratu. Nama tersebut bermula saat Ratu kesulitan melafalkan kata 'Elizabeth' semasa kecilnya. Alih-alih, ia menyebut namanya sendiri sebagai 'Lilibet'.

"Pangeran Charles saja tak akan berani memanggil ibunya Lilibet," ungkap Angela dilansir dari Page Six.



Simak Video "Uskup Agung Bantah Klaim Meghan soal Nikah Duluan dengan Harry"
[Gambas:Video 20detik]
(ass/doc)