Komentar Anang dan Musisi Lain Soal Viral Satpol PP Hancurkan Ukulele Pengamen

Mauludi Rismoyo - detikHot
Selasa, 08 Jun 2021 11:27 WIB
Anang Hermansyah saat ditemui di kawasan Kebon Jeruk.
Komentar Anang dan Musisi Lain Soal Viral Satpol PP Hancurkan Ukulele Pengamen. (Foto: Noel/detikFoto)
Jakarta -

Di media sosial ramai soal video Satpol PP diduga menghancurkan ukulele pengamen. Para musisi bersuara mengenai hal tersebut.

Munculnya video Satpol PP diduga menghancurkan ukulele pengamen beredar di banyak akun Instagram, salah satunya @tkp_pontianak. Terlihat seorang anggota merusak ukulele tersebut dengan cara mematahkannya menjadi dua bagian.

Anang Hermansyah lalu mengunggah video tersebut. Ia heran mengapa ada kejadian penghancuran ukulele pengamen.

"Kok bisa ada kejadian seperti ini di negara yg kaya budaya .. penanganan musisi jalanan bukan malah harusnya di BINA dan di kasih ruang malah DIBINASKAN alat untuk BERKREASI,BERPRESTASI,BERKARYA MENCARI NAFKAH HALAL Kok bisa ya ???????? NGERI," tulisnya dalam keterangan unggahannya.

Ifan Seventeen juga melakukan hal serupa dengan Anang Hermansyah. Melihat ukulele dihancurkan, hati suami Citra Monica itu serasa teriris.

"Sebagai seorang musisi, TERIRIS rasanya gitar diperlakukan seperti miras dan narkoba. Terlebih ini terjadi di kampung halamanku, Pontianak Kalimantan Barat. Saye yakin, selayaknye @bang.midji dan bang @edikamtono bise mencarekkan solusi yang lebih baek untok masalah pengamen jalanan ini. Terlebeh merekepun masyarakat yang butuh pekerjaan dan makan. Karna kami memilih pemimpin bukan hanya butuh KETEGASANNYA, namun juga kelembutan hati dan kebijaksanaannya dalam mengambil setiap keputusan. Salam hormat dari kami para musisi bang @bang.midji @edikamtono," ujar Ifan.

Musisi lain turut mengomentari video perusakan ukulele. Mereka juga tak senang dengan sikap anggota Satpol PP tersebut.

"Gue suka kata TERIRIS lo. Gitarnya gak salah. Nanti gantian kalo kerjanya gak bener, kita patahin apa ya enaknya?" komen Budi Doremi.

"Ya Allah bagaimana nasib mereka nanti, siapa yg kasih makan," sahut Chintami Atmanegara.

Satpol PP Kota Pontianak kemudian melakukan klarifikasi. Mereka membantah tudingan soal perusakan ukulele hasil razia tersebut. Bantahan itu turut diunggah dalam akun Instagram Satpol PP Kota Pontianak, yakni @polpp.ptk.

Pihak Satpol PP Kota Pontianak menyebut bahwa alat musik yang dirusak itu merupakan ukulele yang sudah dua tahun tak diambil pemiliknya. Penghancuran ukulele itu disebut berdasarkan pada berita acara pemusnahan Nomor: 352.1/BPPD/POLPP.P2D/2021.

"Berita ini tidak benar, yang benar adalah Satpolpp Kota Pontianak memusnahkan 5 (lima) buah ukulele yang sudah 2 (dua) tahun tidak diambil dan tidak jelas pemiliknya," tulis akun Instagram tersebut.

(mau/doc)