Ustaz Solmed Tetap Berikan Gaji Utuh ke Karyawan Meski Bangkrut

Hanif Hawari - detikHot
Senin, 10 Mei 2021 06:32 WIB
Ulama
Ustaz Solmed Tetap Berikan Gaji Utuh ke Karyawan Meski Bangkrut (Foto: Desi/detikHOT)
Jakarta -

Ustaz Solmed mengungkap masa-masa sulitnya saat keuangannya berantakan. Hal itu terjadi ketika Pandemi COVID-19 datang, setahun lalu.

Saat itu, Ustaz Solmed tengah menjalani proses pembangunan villa untuk usaha. Keuangannya sudah menipis, tapi diperparah dengan kedatangan Pandemi yang tak disangka.

"Ini yang perlu diketahui, saya kan lagi bangun villa. Buat usaha juga. Nah kita kan ada rejeki nih, ini belum ada Pandemi. Jadi setiap kali ada acara, ada rejeki, kita limpahkan ke pembangunan," ujar Ustaz Solmed kepada detikcom.

"Kalau pun megang ya tidak banyaklah, untuk bayar utang, makan dan gaji karyawan, ini itu dan lain sebagainya. Tiba-tiba Pandemi, cancel semua acara. Kontrak saya juga putus dong, setelah Pak Budi Karya kena COVID," sambungnya lagi.

Ustaz Solmed menyebut uang yang diperolehnya saat itu hampir semuanya ditujukan untuk pembangunan villa. Bahkan, mobil mewah miliknya terpaksa dijual demi menutupi kekurangan.

"Duit udah lari semua, lari ke semen, lari ke mana-mana. Sampai akhirnya ada beberapa bagian tabungan yang saya masih punya. Uang simpenanlah ya, plus saya jual mobil saat itu BMW," kata Ustaz Solmed.

Meski terseok-seok, Ustaz Solmed tetap optimis pembangunan itu akan selesai. Terlebih, keuangannya akan semakin kacau balau jika proses pembangunan dihentikan.

"Terus saya bilang sama bini mau dilanjut atau nggak. Kita masih berbaik sangka, 'lanjut aja deh paling Pandemi 3 bulan'," katanya.

"Akhirnya sebagian uang tabungan itu kita alihkan ke bangunan lagi. Karena kalau ngak dilanjutkan hancur bangunan itu kan. Mulai ulang lagi dan itu pasti rugi," ungkap Ustaz Solmed.

Ustaz Solmed menyebut tak ada satu pun yang mengetahui kesulitannya sebagai pelaku usaha. Bahkan, semua karyawan yang dipekerjakannya tetap mendapatkan gaji utuh dan bonus Lebaran.

"Akhirnya pelan-pelan kita cicil sambil jalan. Kemudian lama-lama nipis. Karyawan kan nggak ada yang saya keluarin tuh, gaji utuh, bonus lebaran, nggak ada yang tahu. Mereka nggak tahu perjuangan kita untuk jualan," tutup Ustaz Solmed.

(hnh/dar)