ADVERTISEMENT

4 Ustaz yang Pernah Masuk Gereja dalam Misi Toleransi Beragama

Tim detikHOT - detikHot
Jumat, 07 Mei 2021 15:46 WIB
Gus Miftah
Gus Miftah dan tiga ustaz lainnya yang pernah masuk ke gerja dan beri sambutan Foto: Usman Hadi/detikcom
Jakarta -

Belakangan ramai karena video Gus Miftah yang memberikan sambutan di mimbar GBI Amanat Agung. Nyatanya tidak hanya Gus Miftah, ada 3 ustaz lainnya juga yang pernah masuk dan memberikan sambutan di gereja.

Berikut adalah 4 ustaz yang masuk ke Gereja dalam misi toleransi beragama:

1. Aa Gym

Setelah ramai soal Gus Miftah, muncul foto Aa Gym tengah berdiri di atas mimbar sebuah gereja. Diketahui itu adalah foto yang diambil pada September 2002 di Gereja Moria, Tentena, Sulawesi Tengah.

Ustaz yang bernama lengkap KH. Abdullah Gymnastiar itu datang bersama dengan pendeta I.P. Lambe yang saat itu menjadi Sekretaris jenderal Persatuan Gereja Indonesia.

Kedatangan Aa Gym dan pendeta I.P. Lambe datang ke Poso dengan tujuan mengembalikan rasa keamanan dan ketertiban di daerah yang pernah terjadi konflik berdarah itu.

Pimpinan Pondok Pesantren Darut Tauhid memberikan pesan persatuan, di mana pemeluk agama dan etnis harus dapat menerima perbedaan yang ada. Bukan malah mempertentangkan, Aa Gym mengingatkan umat Islan dan Kristen sama-sama mendambakan perdamaian.

2. Gus Dur

Gus Dur juga pernah memenuhi undangan dari salah satu gereja dan juga menjadi perbincangan. terlihat di channel Bangkit TV, KH Marzuqi Mustamar yang merupakan ketua Tanfidziyah Perngurus Wilayah Nahdatul Ulama Jawa Timur pernah mempertanyakan alasan Gus Dur mau datang ke gereja.

Ada niat Gus Dur, yakni untuk menguatkan iman para pekerja di gereja yang seiman dengannya.

Gus DurGus Dur punya alasan menghadiri undangan dari salah satu gereja Foto: getty images

"Gini loh, Marzuki. Niatku mencari umat. Kadang satpamnya gereja itu Islam, Marzuki. Cleaning service-nya, tukang bersih-bersih, ya juga Islam. Kadang, maaf, supirnya juga Islam," ucap KH Marzuqi Mustamar menirukan gaya bicara Gus Dur.

"Aku ke sana itu biar ada kesempatan menasihati supir dan satpam Islam itu agar tetap Islam. Niatku yang asli itu. Jadi kalau ketemu satpam, 'Tetap Islam, ya', 'Iya, Gus'," lanjutnya.

Adanya komentar miring soal masuk gereja, Gus Dur beri jawaban menohok.

"Lah, kalau nggak ada yang berani datang ke sana (gereja), semua takut fitnah, semua takut dibilang, 'Apa kata dunia?' semua orang takut seperti itu. Terus nggak ada yang berani menasihati agar satpam itu tetap Islam. Kalau nggak ada yang berani dakwah terus orang-orang itu masuk Kristen beneran, hayo? Berarti ustaz-ustaz keras yang tukang kritik itu harus ikut tanggung jawab," tukas Gus Dur.

Selanjutnya, ada KH Said Aqil Siradj dan Gus Miftah yang masuk ke gereja dan memberikan sambutan

3. KH Said Aqil Siradj

Setelah kejadian bom bunuh diri, KH Said Aqil Siradj mendatangi Gereja Katedral Makassar pada 11 April 2021. Kedatangannya disambut oleh Uskup Agung Makassar dan beberapa jemaah di gereja tersebut.

Di lini Twitter beredar video ketika Ketua Umum Pengurus Nahdatul Ulama (NU) itu berjalan di lorong utama gereja. KH Said Aqil Siradj berjalan ke arah altar gereja dan menyapa jamaah yang sedang berada di dalamnya.

Ketum PBNU Said Aqil Siradj.Ketum PBNU Said Aqil Siradj juga masuk ke Gereja Katedral Makassar dan menyapa para jamaah setelah kejadian bom bunuh diri Foto: Ketum PBNU Said Aqil Siradj. (Jefrie-detikcom)

"PBNU bersama warga NU (Nahdlatul Ulama) mengutuk terhadap teror bom di Gereja Katedral Makasar ini, tidak usah takut hanya tetap meningkatkan kewaspadaan, tapi tidak usah takut. Mari kita rapatkan barisan, semakin insaniyah, semakin harmonis satu sama lain," kata KH Said Aqil Siradj dalam sambutannya.

KH Said Aqil Siradj menyampaikan tujuannya datang langsung untuk menyampaikan bela sungkawa.

"Berkabung, menyampaikan duka bom bunuh diri minggu lalu. Dan menyampaikan support agar moral masyarakat Katolik Makassar tidak down," ucapnya.

4. Gus Miftah

Gus Miftah adalah yang belum lama viral karena memberikan sambutan dalam peresmian GBI Amanat Agung, di Penjaringan, Jakarta Utara. Dalam sambutannya, Gus Miftah hanya menyampaikan pesan persatuan.

"Di saat aku menggenggam tasbihku, dan kamu menggenggam Salibmu.
Di saat aku beribadah di Istiqlal. Namun, engkau ke Katedral.
Di saat Bioku tertulis Allah Subhanahuwata'ala, dan biomu tertulis Yesus Kristus.
Disaat aku mengucapkan Assalamualaikum, dan kamu mengucapkan Salom.
Disaat aku mengeja Al Quran, dan kamu mengeja Al Kitabmu.
Kita berbeda saat memanggil nama Tuhan. Tentang aku yang mengenadahkan tangan, dan kau yang melipatkan tangan saat berdoa.
Aku, kamu, kita. Bukan Istiqlal dan Katederal yang ditakdirkan berdiri berhadapan dengan perbedaan, namun tetap harmonis.
Andai saja mereka bernyawa, apa tidak mungkin mereka saling mencintai dan menghormati antara satu dengan yang lainnya.
Terima kasih, Assalamualaikum, Salom," itulah pesan persatuan yang disampaikan oleh Gus Miftah.

Namun, kedatangannya menuai pro dan kontra. Bahkan Gus Miftah dituding menjadi kafir. Mendapat hujatan, Gus Miftah pun menegaskan kedatangannya ke GBI Amanat Agung bukan dalam rangka acara peribadahan.

"Dicatat, dalam rangka peresmian, bukan dalam rangka peribadatan," tegas Gus Miftah.

Gus Miftah pun mempertanyakan mengapa hanya dirinya yang jadi heboh? Selain dirinya juga ada beberapa tokoh yang diundang, mulai dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Sekjen NU Gus Hilmi Faisal, dan Forum Kerukunan Umat Beragama.

"Kenapa Gus Miftah jadi ribut? Ada pro dan kontra, padahal kita nggak punya misi apapun selain kebhineekaan," kata Gus Miftah dalam blak-blakan.



Simak Video "Gus Irfan Ingin Proses Hukum Berlanjut untuk Atta Halilintar dan Gus Miftah"
[Gambas:Video 20detik]
(pus/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT