Round Up

Ceramah Gus Miftah di Gereja Disambut Tudingan Kafir hingga Pujian

Tim detikcom - detikHot
Rabu, 05 Mei 2021 03:00 WIB
Gus Miftah dalam Pulang Kampung Digital, Kamis (21/5/2020).
Gus Miftah ceramah soal kebersamaan dan saling menghormati antar keyakinan. Namun ada saja netizen yang menghujat dengan tudingan-tudingan nyinyir mereka.
Jakarta -

Sedang ramai dibahas soal potongan video Gus Miftah yang tengah ceramah di peresmian Gereja Bethel Indonesia (GBI) Amanat Agung di Penjaringan, Jakarta. Ujung dari video ini adalah tudingan kafir yang ditujukan buat Gus Miftah.

Sebenarnya dalam video tersebut Gus Miftah hanya memberikan ceramah yang berisi nasihat dengan kalimat-kalimat yang menyejukkan nan indah. Namun tidak sedikit dari netizen yang justru mengkuliahi sang pemuka agama soal kegiatannya tersebut.

"Di saat aku menggenggam tasbihku, dan kamu menggenggam salibmu. Di saat aku beribadah ke Istiqlal, namun kamu ke Katedral. Di saat aku mengeja Al Quran, dan kamu mengeja Al Kitabmu. Kita berbeda saat memanggil Tuhan. Aku, kamu, kita. Bukan Istiqlal dan Katedral yang ditakdirkan berdiri berhadapan, namun harmonis," begitu kutipan ceramah Gus Miftah kala itu.

Video tersebut menampilkan ujung dari ceramahnya. Isinya adalah pesan kebersamaan dan saling menghormati meski berbeda keyakinan. Namun ada saja netizen yang menghujat dengan tudingan-tudingan nyinyir mereka.

Gus Miftah malah dituduh kafir hingga sesat. Namun akhirnya dia pun tidak tinggal diam dan memberikan pembelaan.

"Terima kasih yang menghujat saya, yang mengatakan saya kafir, sesat, bangsat, dan lain lain......kalian luar biasa. Bisa jadi anda benar saya salah, atau sebaliknya. Berikut saya sampaikan dasar hukumnya, mohon disimak dan dijadikan bahan diskusi, saya siap di nasehati oleh siapapun dan belajar kepada siapapun.....bahkan pisuhi atau dimaki oleh siapapun.

Orang yang kafir 70 tahun membaca tahlil dan syahadat sekali saja terbakar kekafirannya.... dan Alhamdulillah saya masih tahlilan kok setiap hari. Orang yang niat belajar dimanapun bisa dapat pelajaran, tapi orang yang tidak niat belajar sedang belajar pun tidak akan mendapatkan pelajaran," tulisnya.

Gus Miftah juga menyebut konteks kehadirannya bukan dalam rangka ceramah, melainkan peresmian gereja. Menurutnya itu adalah hal yang wajar.

"Dicatat, dalam rangka peresmian, bukan dalam rangka peribadatan," katanya lagi.

Tapi tentu saja dunia ini tidak hanya berisi netizen nyinyir. Video singkat ceramah Gus Miftah justru ditanggapi positif oleh seorang mualaf dari Amerika yang belum lama pindah agama. Gus Miftah membagikan tangkapan layar pesan dari mualaf tersebut.

"Saya sangat terkagum dengan ceramah gus miftah di geraja beberapa hari yang lalu... Setelah memutuskan menjadi Islam beberapa bulan yang lalu, jujur saya merasakan ada penyesalan di dalam hati, karena ketika saya baru mengenal islam saya malah dipertemukan dengan ustad-ustad yang menurut saya (maaf) ajarannya yang kasar dan cenderung membenci... saya yang baru mengenal Islam pada akhirnya menjadi kecewa. Setelah melihat video gus miftah beberapa waktu yang lalu, saya mulai kembali tertarik, saya semakin sadar kalau masih sangat banyak ustad2 yang berpikiran open minded, ceramah2 nya bikin hati tenang dan tentram," tutup pesan tersebut.

Seolah ingin membalikkan tudingan netizen kepadanya, Gus Miftah menuliskan kata-kata pembelaan lagi di Instagram.

"Alhamdulillah masih ada kebaikan dan secercah hidayah dari sesuatu yang kalian anggap salah. Maaf ya kalau saya sering berbuat salah........ kalau saya dianggap kafir... insya Allah saya masih bersyahadat yang sama dengan kalian kok," tukasnya.

(aay/nu2)