Roy Marten Diblacklist Parfi
Senin, 06 Mar 2006 18:09 WIB
Jakarta - Gara-gara tersandung kasus narkoba aktor ganteng Roy Marten masuk dalam daftar hitam Persatuan Artis Film Indonesia. Nama Roy tak akan masuk dalam calon ketua di kongres Parfi mendatang.Gara-gara tersandung kasus narkoba aktor ganteng Roy Marten masuk dalam daftar hitam Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI). Suami Ana Maria itu tak akan masuk dalam calon ketua pada kongres Parfi 21-23 April mendatang.Senin (6/3/2006) wakil presiden Indonesia, Jusuf Kalla kedatangan tamu panitia kongres Parfi 2006. Selain ketua rombongan, Sultan Salahudin, tampak juga aktris Elma Theana."Kita ingin mengundang wapres untuk membuka kongres Parfi 2006," terang Sultan Salahudin ketika ditemui wartawan di istana wakil presiden,Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (6/3/2006).Pada kongres mendatang, Parfi akan memilih ketua baru menggantikan Eva Rosdiana yang kini menjabat sebagai ketua umum. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, nama-nama yang muncul kali ini kebanyakan adalah aktor-aktris yang sudah terjun ke politik.Nama Adjie Massaid, Dede Yusuf, Marissa Haque, Nurul Arifin, selebriti yang sudah terjun ke politik termasuk dalam beberapa kandidat calon ketua yang disebutkan Sultan. Selain nama di atas, ada juga Inneka Koesherawati, Ray Sahetapy, dan Yenny Rachman,Lalu bagaimana dengan Roy Marten, aktor senior yang pernah menjabat sebagai ketua 1 Parsi. "Kalau yang kena kasus narkoba kita black list," ujar Sultan singkat.Memilih calon ketua yang dekat dengan pemerintah bisa jadi salah satu misi Parfi agar film Indonesia lebih diperhatikan. Menurut Elma Theana, saat ini film industri Indonesia masih kalah jauh ketimbang industri film negara tetangga."Nggak ada yang tertarik untuk investasi di film Indonesia. Pemerintah sepertinya kurang peduli," tandas Elma Theana semangat.Sepanjang tahun 2005, Indonesia merilis sekitar 30-an film produksi negeri sendiri. Jumlah ini tentu masih tertinggal sangat jauh dibanding India yang industri filmnya sudah mapan dengan menghasilkan 1000-an film per tahun. (fta/)











































