Seniman Bakal Divaksinasi, Ini Tanggapan Butet

Jauh Hari Wawan S - detikHot
Senin, 08 Mar 2021 20:26 WIB
Butet Kartaredjasa
Seniman Bakal Divaksinasi, Ini Tanggapan Butet. (Foto: Butet Kartaredjasa (Usman Hadi/detikcom)
Yogyakarta -

Seniman di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dijadwalkan akan menerima suntikan vaksin COVID-19 pada Rabu (10/3) di Padepokan Seni Bagong Kussudiarja (PSBK), Kasihan, Bantul. Rencana ini disambut positif oleh seniman Butet Kartaredjasa.

Butet memandang vaksinasi untuk seniman ini sebagai ikhtiar. Sebab, selama pandemi, para seniman benar-benar terdampak. Ingar-bingar pertunjukan padam sehingga dengan vaksin ini ada harapan agar dunia seni bisa pulih.

"Ya mudah-mudahan (dunia seni pulih). Kan ikhtiar bareng. Semua orang berikthiar dan tidak ada yang punya pengalaman, apakah lalu itu menjamin ya ora ngerti," kata Butet saat dihubungi wartawan, Senin (8/3/2021).

Butet memandang vaksinasi ini penting. Baginya, saat ini yang diperlukan yakni mengesampingkan ego. Menurutnya, divaksinasi bisa menyelamatkan kehidupan bersama.

"Kalau menurut saya, saya lho ini, (vaksinasi) itu penting. Karena kan kita tidak boleh bermodal egoisme kesenimanan, tapi (pandemi COVID-19) memang satu musibah kolektif ya, itu pastinya darurat," paparnya.

"Jadi saya anggap penting karena kalau saya divaksin itu berarti saya turut menyelamatkan kehidupan bersama," kata ia menambahkan.

Ia mengaku selama pandemi belum bisa sepenuhnya kembali ke panggung pertunjukan. Semua sektor kesenian hampir lumpuh. Adanya vaksin ini tentunya bisa menjadi angin segar, walaupun bukan jadi jaminan semua bisa kembali sebelum pandemi.

"(Saat ini) Belum pulih, wong belum bisa pentas kok. Ya aku belum bisa main teater. Nonton film, pertunjukan saja belum bisa. Nggak boleh ada kerumunan. Makanya ikthiar (dengan divaksin)," ungkap kakak mendiang Djaduk Ferianto itu.

Butet mengaku tidak bisa memaksa seniman lain agar ikut program vaksinasi. Baginya, yang terpenting yakni agar mau divaksinasi dulu.

"Tapi, kalau ada yang menolak bagi saya nggak masalah. Hak orang per orang itu dan saya juga nggak mau memaksa," ucapnya.

"Yang penting kan mau dulu, sebelum divaksin kan diobservasi dulu sama tim kedokteran. Kalau tim kedokteran mengatakan tidak layak ya nggak (divaksin)," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan meninjau vaksinasi massal 500 seniman di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan itu direncanakan pada tanggal 10 Maret.

"Tanggal 10 (Maret) kan ada lagi di samping lansia, seniman, budayawan. Tanggal 10 (Maret) di tempatnya Pak Bagong dilaksanakannya," kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X saat ditemui di kantor DPRD DIY, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta, Senin (8/3/2021).

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menambahkan vaksinasi COVID-19 di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja rencananya akan dihadiri oleh Presiden Jokowi. Aji menyebut saat ini tengah berlangsung rapat koordinasi pengamanan (rakorpam).

"Ya (Jokowi hadir di vaksinasi massal). Kita hari ini baru rakorwil sama rakorpam ya dengan teman-teman TNI polri dan protokol kepresidenan, nanti kita dapat informasi rencana kunjungan beliau ke sini apa. Kalau saya dengar di Yogyakarta dan Jawa Tengah tapi kepastiannya nanti," ujar Aji di lokasi yang sama.

(mau/nu2)