Kisah di Balik Kunjungan Bambang Tri
Jumat, 24 Feb 2006 16:52 WIB
Jakarta - Sejak gerak-geriknya diawasi wartawan dan pekerja infotainment, ruang gerak Mayangsari terbatas. Dia tak lagi leluasa bertemu dengan Bambang Trihatmodjo, yang dikabarkan sudah menjadi suaminya.Untuk bertemu, pilihannya hanya Bambang yang datang atau Mayang yang pergi. Dua pilihan tersebut terbilang sulit mengingat keduanya sangat tertutup perihal kisah cinta mereka.Seperti yang terjadi pada Kamis (23/2/2006) malam ketika Bambang mengunjungi Mayang di kediamannya, Jl. Simprug Golf IV, Jakarta Selatan. Rupanya, kedatangan pria berkumis itu atas desakan Mayang yang minta bertemu.Sesungguhnya, sejak Kamis sore, sekitar 16.30 WIB Mayang sudah dijemput oleh sebuah BMW bernomor polisi B 118 QC. Selang beberapa waktu mobil tersebut meninggalkan kediaman pelantun 'Harus Malam ini' tanpa nyonya rumah.Kejadian serupa berulang pada pukul 20.20 WIB. Sebuah sedan Hyundai berplat B 2148 YY warna silver tiba di rumah bercat krem tersebut. Namun ketika wartawan mendekat, mobil tersebut langsung cabut meninggalkan rumah Mayang.Menurut orang dekat Mayang, sejak sore wanita kelahiran Purwekerto itu uring-uringan karena tak bisa meninggalkan rumah. Dia khawatir kemunculan di luar rumahnya menjadi santapan wartawan dan pekerja infotainment yang sejak 14 Februari lalu berusaha mewawancarainya.Pilihannya, Bambang lah yang harus datang berkunjung. Pria yang biasanya mengumbar senyum itu memperlihatkan wajah dingin ketika turun dari mobil Hyundai Sante Fe warna hitam miliknya. Bahkan kata-kata "kelewatan kalian" sempat terlontar dari mulutnya.Apakah Bambang kesal? Entah. Hanya saja, wajah tanpa senyumnya masih terlihat ketika ia pergi dari kediaman Mayang pada Jumat (24/2/2006) pagi pukul 02.30 WIB. Bahkan dia mengenakan topi hitam untuk menutupi wajahnya dari kamera yang menyorotnya. (ana/)











































