Roy Marten Ingin Pulang
Selasa, 21 Feb 2006 18:03 WIB
Jakarta - Mendekam di tahanan Polda Metro Jaya selama tiga minggu, Roy Marten merasa tersiksa. Bukan secara fisik, tapi mental. Ia pun berharap bisa segera pulang ke rumah. Setelah sebelumnya amat berharap ayah sekaligus pemimpin keluarga mereka bisa direhabilitasi, kini keluarga Roy Marten mengaku menyerah. "Lupain aja lah soal itu. Nggak usah dipikirin lagi," ucap Gading Marten sedih. Gading yang ditemui para wartawan di sebuah restoran kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Selasa (21/2/2006), menyatakan kekecewaannya kepada pihak kepolisian. "Prosedurnya rumit. Entah ada surat apa yang kurang, atau apa lah," ungkapnya. Saat ini, yang dilakukan keluarga hanyalah berusaha untuk menguatkan iman Roy dengan mendatangkan penasihat spiritual ke tahanan. Menurut Gading, Roy merasa tersiksa berada di sana. Bukan secara fisik, tapi mental. Berat bagi Roy untuk jauh dari istri dan anak-anaknya. Kalau saja Roy bisa memilih, ingin sekali ia kembali ke rumahnya. Pulang dan bercengkrama dengan seluruh anggota keluarga. Seperti telah diberitakan sebelumnya, pekan ini Roy akan dipindahkan ke Rutan Salemba. Tapi sepengetahuan Gading, ada kemungkinan ayahnya dipindah ke LP Cipinang, bukan Salemba. "Belum jelas juga. Tapi kalau pun dipindah, kita nggak kebayang sama sekali. Kalau ditanya siap atau nggak siap, ya papa harus siap," cerita mantan kekasih bintang sinetron Astrid Tiar ini. Apakah Roy takut dipenjara? "Papa lebih takut hukuman masyarakat dan keluarga. Tapi karena tahu keluarga sudah maafin dan teman-teman papa juga banyak yang datang menjenguk, papa lega," ucapnya. (ine/)











































