Kartika Berliana Rugi Besar Sejak Pandemi, Event Olahraga Banyak yang Berhenti

Mauludi Rismoyo - detikHot
Senin, 01 Feb 2021 06:30 WIB
Kartika Berliana
Kartika Berliana Rugi Besar Sejak Pandemi, Event Olahraga Banyak yang Berhenti. (Foto: Dokumentasi Pribadi Kartika Berliana)
Jakarta -

Kartika Berliana bicara soal kariernya sepanjang tahun lalu. Sang presenter mengaku mengalami kerugian besar gegara pandemi virus Corona.

Salah satu kehilangan penghasilan terbesar Kartika Berliana yakni dari Liga 1 2020. Diketahui kompetisi nomor satu di Indonesia itu resmi dihentikan PSSI.

Kartika Berliana pun sedih sekali. Tak cuma Liga 1 2020, ia kehilangan beberapa event olahraga lain di tahun lalu imbas pandemi.

"Sedih banget. Kita tahu banyak klub yang sudah bubarin untuk musim ini, itu sudah tanda-tanda ini nggak bakal jalan. Sebenarnya bukan cuma Liga 1 tapi olahraga-olahraga yang diadain di Indonesia itu terhambat kayak One Prix itu juga belum tahu kelanjutannya karena protokol pertama, terus ngatasin kerumunan," ujar Kartika saat ditemui di Bekasi.

"Kerjaan utama aku rasanya kehilangan satu program, satu event besar, apalagi itu lambang sepakbolanya Indonesia itu kan Liga 1 itu kan, terus tiba-tiba nggak ada, sedih bangetlah," lanjutnya.

Sayangnya Kartika Berliana enggan membeberkan angka yang sudah hilang dari kantongnya. Yang pasti dirinya telah rugi besar.

"Bayarannya per siaran. Angkanya jangan ditulis, ya segitulah (banyak). Rugi besar sih ya kita kehilangan banyak job nih," tutur Kartika.

Namun Kartika Berliana tak mau larut dalam kesedihan. Sebab ia percaya bakal ada rezeki lain sebagai pengganti.

"Aku percaya bukan kita doang yang kehilangan, karena banyak kan presenter olahraga. Ya nanti digantilah yang kehilangan," kata Kartika.

Sebelum terjun jadi presenter olahraga, Kartika Berliana memulai karier lewat kontes kecantikan. Setelah itu ia dapat tawaran menjadi duta-duta untuk kementerian.

Selama jadi presenter olahraga, Kartika Berliana tak menampik sempat di-bully. Hal itu terjadi karena ia kerap salah mengucapkan nama-nama pesepakbola.

(mau/aay)