Cerita Thomas Djorghi Pernah Dipalak Warga Lokal Italia

Hanif Hawari - detikHot
Sabtu, 30 Jan 2021 13:18 WIB
Cut Tari dan Thomas Djorghi di acara ulang tahunnya ke-50 di Dharmawangsa.
Foto: Palevi S/detikFoto
Jakarta -

Thomas Djorghi mengungkapkan pengalaman uniknya ketika menjadi turis di Roma, Italia. Aktor sekaligus presenter itu mengaku pernah dipalak oleh warga lokal di sana.

Pengalaman tak mengenakkan tersebut pun berkali-kali terjadi. Salah satu pelakunya bahkan berlagak baik sebelum melakukan aksinya.

"Saya alami itu waktu di Roma, itu saya jalan dimintain duit dengan cara halus. Dia muji gitu kan terus nyuruh pake gelang, itu kayak benang dipakein terus disuruh make a wish sebelum dia gunting," ujar Thomas Djorghi saat ditemui di Trans TV, Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (29/1/2021).

"Dia bilang awalnya free sebagai tanda terima kasih datang ke negara dia. Pas udah digunting dia minta 750 ribu kalau rupiah, dijebak," sambungnya lagi.

Saat itu, Thomas Djorghi tentu kebingungan dan sempat menolak memberikan uang. Namun, si pemalak langsung memanggil komplotannya hingga Thomas Djorghi seakan tak punya pilihan lain.

"Marah gitu kan terus dia manggil teman-temannya gitu datang, sebel banget gua akhirnya terpaksa bayar," ungkap Thomas Djorghi.

"Baru melangkah lagi, ketemu lagi dimintain duit. Kalau nggak duit rokok, ujung-ujungnya minta duit," katanya.

Sejak saat itu, Thomas Djorghi enggan berlaku bak turis ketika berada di luar negeri. Menurutnya, berperilaku layaknya warga lokal membuatnya lebih terlindung dari tingkah usil orang-orang di sana.

"Aduh kalau sebagai turis ya, aku saranin jangan datang seperti turis. Penampilan biasa aja kayak warga sana walaupun muka keliatan muka Indonesia kan. Jangan gitu," tuturnya.

"Soalnya turiskan gini (celingak- celinguk) jangan gitu kalau gitu dikerjain ntar. Ini turis bawa duit, mereka minta duit," ucap Thomas Djorghi.

Oleh karena itu, Thomas Djorghi menyarankan untuk berpakaian selayaknya warga lokal ketika di luar negeri. Ia tak mau pengalaman buruknya dirasakan orang lain.

"Makanya usahain penampilan kita jangan layak turis pasti dipalakin. Banyak terjadi di beberapa negara bagian ya. Nah kalau gue, karena pengalaman penampilan ya udah kayak warga sana," tutup Thomas Djorghi.

(hnh/aay)