Kisah Cinta di Balik Penangkapan Roy Marten
Kamis, 09 Feb 2006 07:01 WIB
Jakarta - Tertangkapnya Roy Marten membawa efek tersendiri bagi putranya, Gading Marten. Sejak ayahnya di bui, hubungan Gading dan mantan kekasihnya menjadi hangat kembali.Gading Marten, putra Roy Marten dari istri pertamanya, bukan nama yang asing lagi di dunia hiburan. Mengikuti jejak sang ayah, Gading juga terjun ke kancah akting. Beberapa judul sinetron yang dibintanginya antara lain 'Kisah Sedih di Hari Minggu', 'Ajari Aku Cinta', dan 'Luv'.Kiprahnya di dunia sinetron itu juga yang membuatnya bertemu dengan Astrid Tiar. Tak sekedar bersahabat, Gading juga pernah berpacaran dengan Astrid sejak November 2003. Keduanya bahkan sempat beradu akting di sinteron 'Ajari Aku Cinta'.Walau hubungan keduanya tak lagi berstatus kekasih, namun bukan berarti tali komunikasi ikut terputus. Keduanya masih saling memberi kabar. Seperti ketika ayahnya tertangkap polisi karena kasus narkoba, Gading juga mengabarkan Astrid. Wanita bertubuh mungil itu mengaku syok mendengar pria yang akrab disapanya papa Roy itu menggunakan narkoba."Aku sempet nangis juga, kasihan ngebayangin Gading. Pas ditelepon aku bener-bener nggak percaya," ujar Astrid Tiar ketika ditemui di Plaza Senayan, Jl Asia Afrika, Jakarta Selatan, Rabu (8/2/2006) malam. Walau kaget namun Astrid tetap memberi dukungan pada Gading. Ketika Gading dan keluarga berkunjung ke Polda Metro Jaya, Astrid pun turut menemani. Astrid sadar dalam keadaan seperti ini Gading membutuhkan teman bicara. Secara sukarela ia pun menyediakan waktu untuk mendengarkan keluh kesah Gading atau sekedar menghibur mantan kekasihnya itu. "Selama kejadian ini aku jadi lebih deket. Pasti kita jadi deket banget," imbuh mahasiswi Universitas Tarumanagara jurusan Hukum itu. Lalu, apakah dengan kejadian ini Astrid dan Gading memikirkan kembali untuk menyambung kisah asmara mereka yang terputus?"Yang jelas aku nggak bisa memutuskan tali silaturahmi. Semua ini jalan Tuhan, kalau memang aku digariskan untuk kawin sama dia, ya udah," jawabnya sambil mengakhiri pembicaraan. (fta/)











































