Ifan Seventeen Doa, Harap Rekannya Selamat dari Musibah Sriwijaya Air

Febriyantino Nur Pratama - detikHot
Senin, 11 Jan 2021 16:10 WIB
Musisi Ifan Seventeen bersama Citra saat ditemui dikawasan Tendean, Jakarta, Senin, (11/1/2021).
Ifan Seventeen berdoa terus untuk rekannya yang di Sriwijaya Air. (Foto: Palevi/detikcom)
Jakarta -

Rekan Ifan Seventeen yang berasal dari Pontianak menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Hal itu pun membuat Ifan bersedih.

Diceritakan Ifan Seventeen, mulanya dia mendapatkan kabar jatuhnya pesawat jurusan ke Pontianak itu dari manajernya. Sehingga hal itu membuatnya shock, terlebih lagi pesawat naas itu hendak terbang ke kota asalnya Ifan, Pontianak.

"Pertama aku syok banget. Dengar berita awal pesawat itu jatuh saja aku sudah shock banget. Pertama tahu pesawat crash dari manajer, lagi meeting," kata Ifan Seventeen usai Kopi Viral Trans TV, kawasan Mampang, Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Senin (11/1/2021).

Kemudian Ifan Seventeen sempat mengunggah kabar duka itu di Instagram Storynya. Kemudian Ifan banyak mendapat kabar dari teman-temannya yang ternyata ada seorang teman di pesawat tersebut.

"Pas tahu tujuan Pontianak, hancurlah aku. Aku posting di insta story, teman aku banyak yang telepon. Jadi tahu dia dari teman aku. Ternyata ada sahabat dan teman aku, teman seperjuangan sedaerahlah. Jadi wah sedih banget," kata Ifan Seventeen.

Usai itu, Ifan Seventeen mengaku sempat berdoa agar rekannya selamat dari musibah pesawat jatuh tersebut. Meski tak menutup kemungkinan musibah dapat menimpa siapa saja, termasuk rekannya.

"Pertama aku berdoa, jangan sampai ada saudara yang ada di dalamnya. Ini kan musibah ya maksudnya bisa menimpa siapa saja. Cuma saya berdoa jangan saudara saya," kata Ifan Seventeen.

Namun melihat jatuhnya pesawat yang cukup parah hingga hancur lebur, Ifan Seventeen mengaku kini cuma pasrah dengan nasib rekannya. Padahal dia juga tak tahu pasti nasib kawannya tersebut.

"Ya gitu, gimana ya... secara logika kadang kita tahu, kalau ternyata pesawat itu hancur karena meledak. Secara logika susah menebak dia selamat. Sebelum ada pernyataan resmi, menurutku sah saja kita berharap mereka selamat," imbuhnya.

"Waktu kejadian Seventeen saja, aku dianggap tidak selamat ya. Semua di sana mayat siapa yang nyangka. Ya aku berharap juga," beber Ifan masih optimis dengan nasib temannya.

(fbr/nu2)