Ini Pandangan KPAI Terhadap Kasus Video Syur Gisel

Hanif Hawari - detikHot
Rabu, 30 Des 2020 07:33 WIB
Gisella Anastasia penuhi panggilan Polda Jatim terkait kasus carding. Tak sendiri, Gisel hadir bersama Tyas Mirasih yang juga diperiksa untuk kasus yang sama.
Pandangan KPAI terhadap kasus video seks Gisel. Foto: Amir Baihaqi
Jakarta -

Artis Gisella Anastasia tersandung kasus pornografi. Bersama pemeran laki-laki di sebuah video syur, ibu satu anak itu telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya.

Berbagai tanggapan dan komentar publik pun membanjiri media sosial Gisella Anastasia. Orang-orang yang berkaitan dengannya juga ikut kena getah, tak terkecuali sang anak, Gempita Nora Marten.

Tentang hal tersebut, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberi tanggapan. Menurut pihaknya, buah hati Gisella Anastasia tak sepatutnya dilibatkan dalam masalah yang menimpa ibunya.

"Pertama gini, saya sih berharap anaknya jangan diikut-ikutkan apalagi disebut namanya. Itu juga saya agak sedih ya sebenarnya kalau ingat itu. Sempat ramai sih di kalangan aktivis anaknya kalau ngomongin, anaknya jangan dibawa-bawa, gitulah kira-kira," ujar Wakil Ketua KPAI, Rita Pranawati, kepada detikcom, Selasa (29/12/2020).

KPAI pun menanggapi bijak soal anggapan publik yang menyebut bahwa Gading Marten, mantan suami Gisella Anastasia, lebih pantas mengasuh si kecil. Seperti diketahui, Gisella Anastasia mendapatkan hak asuh anak pascabercerai.

"Terus kalau terkait dengan anak saya kira dibicarakanlah mana yang terbaik. Kan kita nggak tahu prosesnya akan seperti apa, kemudian kebiasaan anak ini dengan siapa dan seterusnya," sambungnya lagi.

"Saya kira mereka berdua harus sama-sama bijak untuk membahas pengasuhannya dan anak ini sekali lagi kan nggak ada dosa turunannya. Jadi yang paling penting adalah bagaimana proteksi untuk tumbuh kembangnya," kata Rita Pranawati.

Pihak KPAI berharap Gisella Anastasia dapat bekerja sama dengan mantan suaminya demi kebaikan buah hati mereka. KPAI pun berharap bocah berusia 5 tahun itu tak merasakan dampak buruk dari kasus yang menimpa sang bunda.

"Tapi kalau saya sih prinsipnya anaknya tetap dipenuhi oleh kedua belah pihak bagaimanapun caranya, kan sekarang ada virtual dan seterusnya," sambungnya.

"Tapi ya memang harus ada asesmen pendampingan terus kebiasan dia itu menjadi hal yang penting buat menyikapi ini biar dia tidak terdampak dengan situasi orang tua," tutup Rita Pranawati.

(hnh/dar)