Personel JKT48 Akan Diperiksa Polisi usai Jadi Korban Pelecehan

Pingkan Anggraini - detikHot
Jumat, 13 Nov 2020 07:00 WIB
HUT ke-18 Transmedia telah dimulai. Idol grup JKT48 membuka penampilan.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Belum lama ini salah satu personel JKT48 dengan inisial A disebut mendapat pesan di Instagram. Member JKT48 tersebut tak terima dengan DM dari sebuah akun yang berisi perkataan kotor.

Beberapa hari sejak kejadian tersebut, A dan manajernya menyambangi SPKT Polda Metro Jaya untuk membuat laporan terkait pelecehan yang diterimanya. Laporan itu terdaftar pada 7 November 2020.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menyatakan akan memanggil pelapor A untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut atas laporannya. Hal ini dikutip detikcom dari channel YouTube milik Humas Polda Metro Jaya, Kamis (12/11/2020).

"Kita akan memanggil pelapor dan saksi-saksi serta membawa barang bukti yang ia laporkan," ujar Yusri.

Sebagai pengingat, Yusri juga menjelaskan pelecehan seperti apa yang dialami salah satu personel JKT48 itu. Yusri menegaskan, A sempat mendapat kata-kata kotor dan gambar tak pantas dari oknum terlapor yang merupakan pemilik akun @kurniawan037. Hal ini turut dijelaskan Yusri dalam YouTube.

"(Pelaku) menyebutkan dengan kata-kata kotor, dengan memperlihatkan gambar dari Instagram pelapor," tutur Yusri.

"Kemudian dilampirkan dengan kata-kata yang tidak wajar," sambungnya.

Seperti yang diketahui, kejadian ini dialami A pada 3 November 2020. Pihak JKT48 sudah membenarkan adanya kejadian yang menimpa A ini.

Kepada detikcom, pihak manajemen menjelaskan perbuatan yang melanggar tindak pidana asusila yang diterima A. Pihak manajemen juga mengaku akan mengawal kasus ini bersama hingga tuntas.

"Akan manajemen dampingi hingga kasus selesai," ujar Rino selaku manager JKT48 baru-baru ini.

Sebelumnya pihak manajemen JKT48 juga sudah menjelaskan kronologi kejadian di Twitter resmi mereka. Pihak manajemen juga mengunggah bukti surat laporan A ke Polda Metro Jaya.

Dalam kasus ini laporan tersebut bernomor LP/6598/XI/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ. Kasus ini juga dilaporkan dengan Pasal 27 ayat 1 jo Pasal 45 Ayat (1) Undang Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

(pig/aay)