Pernah Kena Ledakan Gas, Chef Renatta Depresi

Mauludi Rismoyo - detikHot
Rabu, 21 Okt 2020 22:00 WIB
Chef Renatta Moeloek.
Chef Renatta pernah kena ledakan gas. (Foto: Instagram/@renattamoeloek)
Jakarta -

Chef Renatta punya kisah yang akan selalu diingat olehnya. Bukan kenangan manis, melainkan kejadian dirinya kena ledakan.

Chef Renatta mengalami peristiwa tak mengenakkan itu saat di apartemen. Ketika itu, dirinya masih remaja.

"Iya itu api. Gue umur 18. Belum mulai masak. Jadi orang mikirnya dari pekerjaan gitu, nggak. Gue lagi di apartemen," ujar Renatta di channel YouTube Chef Arnold.

Ledakan itu membuat sebagian tubuh Chef Renatta terkena luka bakar, dari tangan, kaki, sampai di perut. Ia menyebut kini luka itu sudah sembuh.

Chef Renatta butuh waktu penyembuhan kurang lebih setahun. Ia kini lebih hati-hati terhadap gas.

"Lumayan recoverynya setahun. Tangan, kaki, sama di perut. Yang ke tutup sama celana aman, tapi di sini (tangan sampai rusuk) sini. Actually nggak trauma, tapi itu memorable. Ini udah sembuh. Tapi kalau sudah ada bau gas bocor, gue mundur, tapi lebih hati-hati sama gas," tutur Renatta.

Chef Renatta mengaku kejadian ledakan itu terjadi sesaat hendak ke Prancis untuk sekolah kuliner. Ia sampai memohon ke sekolah untuk diberikan keringanan terkait kecelakaan yang menimpa.

"Itu sebelum gue ke Paris ambil sekolah kuliner. Itu sudah apply, terus gue kecelakaan. Itu sempat drama dulu tuh sekolahnya nggak mau minta mundur. Terus kita bujuk-bujuk, dokter kirim surat dikirim ke sekolah biar ngerti. Terus ya sudah ngerti. Terus pas masuk, guru-guru sudah tahu oh ini anak yang kena luka bakar," kata Renatta.

Saat terkena luka bakar, Chef Renatta sempat depresi. Ia stres saat di rumah sakit.

Sebab, Chef Renatta melihat korban luka bakar lain yang seorang wanita juga hendak menikah. Dua bulan di rumah sakit, ia benar-benar merasa tak enak karena harus diisolasi.

"Di rumah sakit sekitar dua bulanan. Yang bikin gue stres di rumah sakit bukan karena karier hidup gue. Kalau lo kena luka bakar pasti lo masuk rumah sakit ke gedung isolasi, jadi gue satu ruangan sama belasan orang-orang yang kena luka bakar lain. Setiap hari lo bangun ada yang teriak diganti perban, ada yang nangis sebelah gue mukanya sudah nggak kelihatan karena baru tunangan, jadi itu depresi di tempat," ujar Renatta.

Setelah sembuh dari luka bakar, Chef Renatta tetap percaya diri saja. Ia tak ada masalah dengan luka tersebut.

"Gue dari kecil sempat gembrot dan gue pede banget. Gue nggak ada masalah sama self esteem," tutur Renatta.

(mau/nu2)