Stephen Chow, Raja Komedi Asia yang Disebut Anggota Mafia

Asep Syaifullah - detikHot
Rabu, 14 Okt 2020 13:52 WIB
stephen chow
Stephen Chow / Foto: istimewa
Jakarta -

Lahir dari keluarga miskin, Chow Sing-chi atau yang dikenal Stephen Chow, memiliki mimpi untuk bisa menjadi bintang terkenal. Ia melihat pada sosok seperti Bruce Lee dan Jackie Chan.

Chow hidup bersama ibunya dan sang nenek dalam rumah susun subsidi pemerintah. Usai orang tuanya bercerai, sang ayah memutuskan untuk meninggalkan mereka.

Tumbuh besar dengan menyaksikan film-film laga seperti Fist of Fury, membuat pria kelahiran 22 Juni 1962 itu semakin yakin dengan cita-citanya untuk menjadi aktor laga. Ia pun mulai belajar wing chun, namun dirinya tak pernah menjadi master dari bela diri tersebut.

Setelah lulus SMA, Stephen Chow pun mulai mengikuti audisi kelas akting yang disponsori salah satu stasiun televisi. Ia pun berhasil mendapatkan peran di serial 430 Space Shuttle selama lima tahun dan mulai dikenal oleh masyarakat.

Film-film lainnya pun berdatangan kepadanya seperti All for the Winner yang merupakan film plesetan dari God of Gambler yang dibintangi Chow Yun Fat pada 1989 lalu. Film itu pun mendulang sukses besar dan membuat dirinya terperangkap dalam genre komedi dan dijuluki Raja Komedi Asia.

Stephen Chow pun mencoba untuk melebarkan sayapnya ke Hollywood, ia pun masuk melalui Kanada namun ditolak karena dianggap memiliki koneksi dengan mafia Triad.

"Saya tidak bicara tentang pengaruh Triads di bioskop Hong Kong. Anda tahu pasti ada hubungan antara keduanya di masa lalu, saya setuju dengan itu. Itulah mengapa saya menjadi salah satu dari para korban, dan secara keliru sudah dituduh punya hubungan dengan Triads," ujarnya dikutip dari The Independent.

Stephen Chow tak menyerah dengan mimpinya dan terus membuat film hingga akhirnya lahirlah Shaolin Soccer yang berhasil mencetak keuntungan sebesar 40 juta dollar di seluruh Asia.

Film tersebut menjadi pembuka jalan antara dirinya dan Hollywood setelah Studio Miramax mencoba membeli hak distribusinya. Namun perjanjian tersebut gagal karena terlalu banyak bajakan yang sudah beredar di sana.

Potensi Stephen Chow makin dilirik oleh perusahaan besar lainnya yakni Sony Pictures. Mereka pun bekerja sama dan menggarap Kung Fu Hustle pada 2004 lalu yang menjadi film terlaris di Hong Kong dan mendapatkan sambutan hangat di Sundance Film Festival serta disukai penonton Amerika Serikat.

Dalam sebuah wawancara, Stephen Chow, sempat mengutarakan idenya untuk menggarap film yang sedikit mirip dengan Kung Fu Hustle di tahun ini. Namun sepertinya hal itu urung dilakukan mengingat pandemi Corona yang melanda sejak awal tahun.

Apalagi Stephen Chow kini tengah dipusingkan dengan utang-utangnya kepada investor dan juga mantan kekasihnya, Yu Man-fung.

Tonton video 'Aktor Hong Kong Stephen Chow Terancam Bangkrut':

[Gambas:Video 20detik]



(ass/doc)