Wawancara eksklusif

Ustaz Felix Siauw Pisahkan Materi Dakwah dan Ranah Pribadi

Febriyantino Nur Pratama - detikHot
Jumat, 28 Agu 2020 14:46 WIB
ustaz felix siauw ngopi
Ustaz Felix Siauw pisahkan materi dakwah dengan ranah pribadi Foto: Instagram felixsiauw
Jakarta -

Sebagai seorang yang dianggap sebagai pemuka agama, Ustaz Felix Siauw sadar selalu menjadi pusat perhatian. Oleh karena itu, ia merasa harus pintar-pintar menjaga ranah privasinya.

Hal itu diungkapkan oleh Ustaz Felix Siauw saat berbincang kepada detikcom, belum lama ini. Meski menjaga kehidupan pribadinya dan keluarganya, Felix Siauw membagi ruang yang dapat dilihat khalayak maupun tidak di dalam setiap kehidupannya.

"Kalau saya sih, tetep membagi ya kehidupan pribadi," ujar Felix Siauw.

Tak sampai di situ, Felix Siauw juga mengaku banyak memetik pelajaran dalam hidupnya yang kemudian menjadi ide materi dakwah untuknya yang biasanya dibagikan di media sosial.

"Ada beberapa yang bisa kita jadikan pelajaran kita posting. Kalau nggak penting dan itu misalnya itu konsumsi pribadi itu nggak perlu," bebernya.

Pria yang juga berprofesi sebagai penulis tersebut menyebut ranah privasi memang tidak seharusnya dibagikan ke publik.

"Saya pikir nggak semua harus di-publish ya di dalam kehidupan media sosial," ungkapnya.

UstazUstaz Felix Siauw pisahkan materi dakwah dan ranah pribadi Foto: dok. Instagram Felix Siauw

Di sisi lain sosok Felix Siauw juga kerap mendapatkan hujatan dari haters. Namun Felix Siauw berusaha menjadi pribadi yang bijaksana dalam menghadapi masalah.

Sederhananya, menurut Felix jika dirinya bersalah maka semoga Tuhan memaafkan dirinya. Jika hatersnya salah semoga Tuhan memaafkan para hatersnya.

"Kalo nanggapin haters mah sederhana saja kita sampein kepada mereka, kalo mereka betul semoga Allah maafin kita, kalo kita yang betul ya semoga Allah yang maafin mereka.

Sementara itu, dalam dakwahnya Ustaz Felix Siauw kerap mendapatkan pro dan kontra. Menanggapi hal itu Felix punya prinsip tersendiri. Baginya di kehidupan nyata pun pro dan kontra selalu ada.

"Pro dan kontra bukan perkara baru ya, artinya kita mau jadi orang seperti apa saja mau baik ataupun jahat ya kita tetep akan mendapatkan pro dan kontra, jadi saya pikir itu bukan pertimbangan yang harus kita jadikan hambatan atau pun motivasi nggak ya. jadi motivasinya apa yang kita harus kita lakukan harus dari dalem diri kita sendiri supaya kita harus berdakwah, walaupun itu suatu hal yang baik maka kita harus melaksanakan," tuntasnya.



Simak Video "Heboh! Disdik Babel Wajibkan Siswa Baca Buku Karya Felix Siauw"
[Gambas:Video 20detik]
(fbr/dar)