detikHot

celeb

Dituding Batasi Konten soal George Floyd, Ini Pembelaan TikTok

Kamis, 04 Jun 2020 12:01 WIB Indah Mutiara Kami - detikHot
LOS ANGELES, CA - AUGUST 01: A general view of the atmosphere during the TikTok US launch celebration at NeueHouse Hollywood on August 1, 2018 in Los Angeles, California. (Photo by Joe Scarnici/Getty Images) Ilustrasi / Foto: Joe Scarnici/Getty Images
Jakarta -

Protes atas tewasnya George Floyd dan seruan #BlackLivesMatter bergaung di media sosial lewat berbagai platform, termasuk TikTok. Namun, muncul tudingan bahwa TikTok membatasi dan menyensor konten itu.

Dilansir Variety, Kamis (4/6/2020), tudingan ini muncul setelah sejumlah video dengan tagar #BlackLivesMatter dan #GeorgeFloyd mendapat 0 views. Padahal, banyak yang menonton itu.

Banyak pengguna TikTok yang menduga perusahaan itu sengaja melakukan sensor. Dugaan ini ditepis oleh TikTok.

TikTok menyatakan bahwa ini merupakan masalah teknikal. Ada isu tampilan terhadap video-video itu sehingga terlihat belum ditonton sama sekali.

"Kami sadar dan meminta maaf pada kreator dan komunitas kulit hitam yang merasa tidak aman, tidak didukung, atau tertekan. Kami tidak mau siapa pun merasa demikian. Kami menyambut suara komunitas kulit hitam," kata GM TikTok AS, Vanessa Pappas.

TikTok menyatakan bahwa video-video dengan tagar #BlackLivesMatter sudah mendapat lebih dari 2 triliun views. TikTok juga mendukung Blackout Tuesday sebagai bentuk solidaritas mendukung gerakan Black Lives Matter.

CEO TikTok yang baru, Kevin Mayer, juga memberi pernyataan. Mantan petinggi Disney ini menegaskan dukungannya ke warga kulit hitam.




Simak Video "Gaung Black Lives Matter Bergema di Israel"
[Gambas:Video 20detik]
(imk/tia)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com