Dikecam Gegara Cuitan Bernada Rasis soal Corona, Bryan Adams Minta Maaf

Indah Mutiara Kami - detikHot
Rabu, 13 Mei 2020 10:02 WIB
BERLIN, GERMANY - NOVEMBER 05:  (EXCLUSIVE ACCESS. PREMIUM RATES APPLY) Bryan Adams is seen on stage at the GQ Men of the year Award 2015 show (german: GQ Maenner des Jahres 2015) at Komische Oper on November 5, 2015 in Berlin, Germany.  (Photo by Sean Gallup/Getty Images for GQ)
Bryan Adams / Foto: Sean Gallup/Getty Images for GQ
Jakarta -

Penyanyi Bryan Adams ramai dikecam di media sosial hingga trending di Twitter akibat omelannya soal virus Corona yang bernada rasis. Dia akhirnya minta maaf.

Dilansir CNN, Rabu (13/5/2020), Adams seharusnya saat ini tampil di Royal Albert Hall, London. Namun, pertunjukannya itu terpaksa ditunda akibat pandemi virus Corona.

Adams lalu menuangkan keluh kesahnya di Instagram dan Twitter. Dia menulis soal pasar hewan liar dan kelelawar yang sempat dituding menjadi penyebab penyebaran virus Corona.

"Malam ini seharusnya menjadi awal pertunjukan di Royal Albert Hall tapi terima kasih pada para pemakan kelelawar, pasar penjual hewan yang mengakibatkan virus, kini seluruh dunia terhambat dan ribuan orang menderita dan meninggal akibat virus ini. Selain 'terima kasih banyak', pesanku kepada mereka adalah jadilah vegan," demikian bunyi cuitan Bryan Adams yang kini sudah dihapus.

Netizen di Twitter pun ramai-ramai mengecam Adams. Omelannya itu dianggap bernada rasis karena seakan menyalahkan warga China atas virus Corona. Meski demikian, ada pula yang membelanya.

Pada akhirnya, Adams membuat unggahan baru di Instagram. Sambil menampilkan akustik 'Into The Fire', dia minta maaf.

"Permintaan maaf untuk semua yang tersinggung karena unggahanku kemarin," katanya.

"Tidak ada pembelaan. Aku hanya ingin berkeluh kesah soal kekejaman hewan di pasar gelap yang mungkin jadi sumber virus serta mengkampanyekan veganisme," tambah Adams.



Simak Video "Jepang Minta Penyelidikan Tambahan soal Asal Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(imk/doc)