Round-Up

Suara Para Ustaz Soal Imbauan MUI Agar Tak Mudik Saat Pandemi Corona

Tim detikHOT - detikHot
Jumat, 03 Apr 2020 22:10 WIB
detikcom melakukan wawancara khusus dengan Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (8/4/2018).
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

MUI (Majelis Ulama Indonesia) kembali mengeluarkan pendapat saat pandemi Corona. Menurut Sekjen MUI, Anwar Abbas, mudik di tengah wabah saat ini hukumnya haram. Para ustaz pun bersuara.

1. Ustaz Yusuf Mansur terima demi kebaikan bersama

Dalam ajaran agama Islam, Ustaz Yusuf Mansur menyebut, kita memang tidak boleh menyakiti diri sendiri apalagi orang lain. Jika melihat pada situasi sekarang ini, larangan mudik tidak diperkenankan untuk menekan angka penyebaran virus Corona (Covid-19).

"Bismillahirrahmanirrahim. Ada konsep yang mengatakan nggak boleh kita mencelakakan diri kita sendiri apalagi mencelakakan orang lain. Dan apalagi yang dicelakakan itu adalah keluarga kita. Dalam kondisi seperti ini penting menahan diri dan dalam kata petik ya 'kita dalam keadaan kita nggak tahu nih nularin apa nggak' Jadi lebih baik memang sebisa mungkin tidak pulang kampung dulu, ujar Ustaz Yusuf Mansur kepada detikcom, Jumat, (3/4/2020).

"Lalu kemudian kita berkenan menjaga kehidupan orang lain apalagi keluarga kita, orang tua, istri, suami atau orang tua kita. Sungguh ini pahala yang luar biasa gedenya dan siapa yang ridho dalam keadaan ini insyaallah nanti Allah akan berikan keberkahan dan ganti kebersamaan yang berlipat-lipat dimasa yang akan datangnya," sambungnya.


Jika disimpulkan, hal itu memang demi kebaikan kita bersama. Namun, Ustaz Yusuf Mansur tak sampai hati untuk mengatakan mudik itu haram hukumnya.

"Kalau saya sih nggak sampai hati nyebut haram. Lebih pengin agar orang melihat, menahan diri untuk tidak mudik dan krmana-mana. Sebagai kebaikan dan perjuangan yang nilainya besar sekali di mata Allah," tutur Ustaz Yusuf Mansur.

"Segala kesusahan, terkait rizki dan lain-lain, ada Allah. Minta sama Allah. Doain juga pemerintah pusat dan daerah. Bisa sama-sama bahu-membahu dan bisa nanganin sebaik-baiknya," pungkas pimpinan Pondok Pesantren Daarul Quran itu.


2. Aa Gym sepakat dengan MUI

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, mengatakan mudik dalam dari wilayah wabah ke daerah lain hukumnya haram. Aa Gym sepakat dengan imbauan tersebut.

Bukan soal kata haramnya, namun mengenai imbauan yang dilontarkan MUI. Menurut Aa Gym, kondisi sekarang ini tidak dibenarkan untuk pergi mudik. Sebab, hal itu dikhawatirkan akan memperkeruh keadaan.


"Aa sepakat dengan imbauan dari Majelis Ulama. Karena para carrier pembawa virus ini tidak menyadari dirinya membawa virus lalu pulang ke daerah, maka dia akan menjadi sumber musibah bagi orang tuanya, bagi keluarganya, tetangga dan lingkungannya," kata Aa Gym kepada detikcom, Jumat (3/4/2020).

"Oleh karena itu bertahan di tempat yang dikenai wabah sebagai sumber penyebaran adalah lebih utama dibanding pulang dan menjadi petaka bagi lingkungannya," sambungnya.


3. Ustaz Solmed tunggu putusan resmi

Sekjen MUI, Anwar Abbas, menyebut mudik dari tempat pandemi Corona ke daerah lain hukumnya haram. Ustaz Solmed masih menunggu keputusan resmi MUI.

"Saya sih masih harus menunggu MUI resmi secara lembaga ya" ujar Ustaz Solmed saat dihubungi detikcom, Jumat (3/4/2020).

"Kalau tidak juga akhirnya orang punya pendapat yang berbeda sesuai keadaannya masing-masing" sambungnya.


Ustaz Solmed berpendapat masyarakat sebaiknya tidak mudik saat kondisi kurang sehat. Masyarakat sebaiknya juga berpikir ulang, apakah mudik ini bisa membawa mudarat.

"Kalau kita merasa dalam keadaan kurang sehat ya lebih baik tidak perlu mudik," ujar Ustaz Solmed.

"Atau sekiranya kedatangan mudik kita membawa mudarat (sesuatu yang merugikan) ya lebih baik jangan mudik," lanjutnya.



Simak Video "Politik Dinasti di Dalam Pandangan MUI"
[Gambas:Video 20detik]
(mau/mau)