Tudingan Paedofil Disebut Penyebab Kematian Michael Jackson

Delia Arnindita Larasati - detikHot
Senin, 16 Sep 2019 18:54 WIB
Foto: Istimewa
Jakarta - Hingga mengembuskan napas terakhir, Michael Jackson terus mendapatkan tudingan paedofil. Salah satu mantan bodyguardnya, Matt Fiddes, menyalahkan tudingan-tudingan tersebut atas kematian sang King of Pop.

Diwawancara oleh Daily Star, Matt, yang bekerja untuk Michael Jackson pada 1999 hingga 2009, mengklaim sang bintang pop merasa terpuruk setelah dituding paedofil. Ia didakwa dengan 7 kasus pelecehan seksual terhadap anak, dan dua tudingan meminta seseorang yang tengah mabuk untuk melakukan pelecehan pada korban yang mengidap kanker.

Pada akhirnya, Michael Jackson dinyatakan tak bersalah atas semua tudingan tersebut. Namun menurut Matt, apa yang terjadi terlanjur berpengaruh negatif pada tubuhnya.

"Setelah putusan tersebut, ia tak bisa kembali menjadi Michael Jackson seperti yang dikenal. Pada akhirnya, ia berubah menjadi seperti mayat hidup. Makan dan tidur sudah seperti perang. Dia benar-benar kacau," ungkapnya.



"Michael kehilangan banyak berat badan. Semua tudingan tersebut berpengaruh buruk padanya, namun ia bersikeras harus membuktikan dia tidak bersalah. Michael ingin meninggalkan semua omong kosong tersebut. Dia kesulitan. Rasanya menyakitkan mendengar semua yang orang katakan tentangnya," lanjut Matt.

Setelahnya, Michael Jackson disebut lebih paranoid setelah mendapatkan tudingan paedofil.

"Dia adalah pria yang takut akan bayang-bayangnya sendiri. Michael berubah. Dia tak bisa percaya lagi dengan orang lain. Dia takut dibunuh di atas panggung, sehingga membuat permintaan konyol mengenakan rompi anti-peluru saat tampil. Kami bicara padanya dan bilang, publik sangat menyayangimu, tak akan ada masalah yang terjadi. Aku akan berada di sini dengan sekuriti dan memastikan kau dijaga dengan baik," pungkasnya.



Simak Video "Fans Michael Jackson Peringati 10 Tahun Wafatnya ''King of Pop''"
[Gambas:Video 20detik]
(dal/nu2)