Wawancara Eksklusif

Bermasalah Lewat Humor, Pandji Pragiwaksono Tak Niat Menyinggung

Prih Prawesti Febriani - detikHot
Sabtu, 22 Jun 2019 15:50 WIB
Foto: Asep Syaifullah/detikHOT
Jakarta -

Tersandung kasus dan dianggap menghina bisa membatasi cara berkomedi dan stand up para komika. Tapi, tidak untuk Pandji Pragiwaksono.

"Ya mungkin mereka selama ini cuma sekadar nyampah!" ujar Pandji dengan mimik nyeleneh saat berbincang dengan detikHOT, di kantor detikcom, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan.

Beberapa waktu belakangan, Pandji memang sempat terseret masalah. Berawal dari materi 'Toa Masjid' pada 2017 lalu dan video berjudul 'Bukan Hewan Gembel' Pandji Pragiwaksono dianggap melakukan penghinaan.


"Saya aja sampai sekarang, dari dulu bagaimanapun banyak kasus yang menimpa saya nggak pernah mengubah saya dalam menulis materi karena saya pastikan ketika nulis itu nggak ada niat buruk," ungkapnya.

"Beda ketika nulis materi emang niat pengin menghina, boleh lo takut. Lo kalau niatnya nggak buruk, nggak usah takut. Orang tersinggung sudah pasti ada, tapi lo juga jangan takut untuk berdialog. Stand up comedian bukan pekerjaan gampang. siapapun yang menganggap gampang sesungguhnya kena jebakan ilusinya. Pertama jangan coba-coba, ketika coba jangan main-main gitu," tegas bintang film 'Mendadak Kaya' itu.

Tidak hanya komika, komedian yang biasa tampil di televisi pun kini seperti sulit untuk berekspresi. Tanpa disadari celetukannya sering dianggap menghina dan menjadi salah pengertian.

Contohnya saja, Andre Taulany yang jadi bermasalah karena celetukan 'Adi Somad' yang dianggap menghina ustaz Abdul Somad dan ustaz Adi Hidayat. Belum selesai, Andre kembali tersandung masalah karena dianggap menghina Nabi Muhammad.


"Saya rasa komedinya nggak salah, saya rasa yang tersinggung juga nggak salah. Yang salah tuh cara menunjukkan ketersinggungan. Jadi kalau orang tersinggung dia nggak salah karena itu perasaan dia, komedian ngomong ini juga nggak bersalah karena nggak niatkan untuk menghina," jelasnya.

Pandji menambahkan, mereka yang merasa tersinggung bisa mengutarakan rasa ketersinggungannya dengan tidak memberikan makian.

"Bisa dong nggak sambil mengancam, Allah saja mengingatkan Nabi Musa ya kalau saya tidak salah. Allah nyuruh Musa negur Firaun dengan cara santun. Artinya ada orang yang ngaku beragama, bisa dong menunjukan ketersinggungan dengan sopan, sebaliknya orang yang punya masalah bisa selesaikan dengan tidak maki-maki balik, jelek-jelekin orang atau defensif," tukas Pandji Pragiwaksono.

(pus/doc)