detikHot

Wawancara Eksklusif

Belajar Hijrah, Jhody sampai Ditegur Istri dan Hilang Pekerjaan

Jumat, 14 Jun 2019 16:30 WIB Desi Puspasari - detikHot
Foto: Hanif Hawari/detikHOT Foto: Hanif Hawari/detikHOT
Jakarta - Memutuskan hijrah dan menjadi lebih baik bukan semudah membalikkan telapak tangan. Itulah yang dirasakan dan dialami oleh Jhody 'Super Bejo'.

Jhody meyakini tidak ada yang dibuat mudah untuk melakukan hijrah. Keluarga diakui Jhody adalah ujian terberat dan dia pun mengakui banyak melakukan kesalahan.

"Dalam proses berhijrah yang jelas nggak ada yg dibikin mudah sama Allah. Pastinya penuh dengan ujian. Ujian yang paling terberat di keluarga karena jujur saat itu karena lagi pendekatan, lagi pdkt sama Allah sampai jujur jadi mengabaikan rizki," aku Jhody saat berbincang dengan detikHOT di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.



Pernah setelah hijrah, Jhody mendapatkan job stripping. Baru merasakan kenikmatan berhijrah Jhody selalu menghabiskan waktu di masjid untuk itikaf.

Sekali dua kali dirinya menghilang ke masjid, kru dan pemain lainnya awalnya memaklumi. Tapi lama kelamaan, banyak yang merasa perilaku Jhody seperti itu justru menghambat jalannya pekerjaan orang lain.

Video: Eksklusif! Revolusi Jhody Sumantri, Tinggalkan Duniawi dan Mantap Berhijrah

[Gambas:Video 20detik]



"Sekali dua kali lokasi memaklumi. Sampai akhirnya sampai ke kantor, Jhody berulah di lokasi. Ulahnya sebelum jam 12 minta pulang. Sampai akhirnya saya bilang ke sutradara 'tolong gantilah peran saya, cari yang lain. Saya lagi mau ibadah'," ungkapnya.

"Sampai beraninya gitu karena lagi pdkt sama Allah," tuturnya.

Bahkan, pernah istrinya, Herlin Doria tidak menyapanya. Komunikasi buruk itu diakui Jhody karena adanya kesalahan.



"Salah pengertian ya mungkin nggak negur, kalau saling muhasabah kesalahan terbesar ya di Jhody. Dalam rumah tangga tidak melakukan kegiatan yang menghasilkan uang, tidak keluar dari titik bokek ini kan jadi acuan juga, 'laki gue gimana sih? Kerja dong' aku juga nggak nyalahin dia. Anak-anak ikut emaknya nggak nyalahin juga. kita harus muhasabah, ini memang salahnya di Jhody," tukas Jhody.

Kini, Jhody jauh lebih merasa bersyukur. Bukannya tak butuh uang, tapi Jhody yakin Tuhan bisa mengabulkan keinginannya.



"Masyaallah dengan perjuangan Jhody tidak mengedepankan pribadi dan tidak mengedepankan kebutuhan, butuh sih uang tapi tidak menempatkan itu lagi di atas. Allah memberikan janjinya, Allah mengabulkan apa yang Jhody inginkan," ujarnya.
(pus/doc)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com