detikHot

celeb

Giring Anggap Parliamentary Threshold Hambat Perubahan di DPR

Minggu, 26 Mei 2019 11:43 WIB Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Giring Foto: Desi/detikHOT Giring Foto: Desi/detikHOT
Jakarta - Giring gagal menduduki kursi di Senayan karena partai yang mengusungnya tidak berhasil lolos parliamentary threshold pada pemilu tahun ini.

Menurutnya, aturan perolehan suara 4% tersebut menghambat perubahan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebab membuat partai-partai baru tidak memperoleh kursi di parlemen.

Padahal bagi Giring, kehadiran partai baru biasanya membawa program dan gagasan yang berbeda dengan partai-partai lama.

Selain itu, aturan tersebut juga dinilainya menghambat jumlah keterwakilan perempuan yang lebih banyak di DPR. Sebab di partainya, banyak caleg perempuan yang gugur akibat aturan tersebut meski memiliki jumlah suara yang memadai.

"Menurut saya sih menghambat banget semuanya, jadi tidak memberikan partai baru untuk bisa mewakili yang percaya pada apa yang kami perjuangkan," ujar Giring ditemui di Pancoran, Jakarta Selatan.




Vokalis Nidji ini pun melihat aturan tersebut harus dikaji ulang. Baginya, bila tidak dikaji ulang, persoalan yang sama bisa jadi berulang pada pemilu berikutnya.

"Jadi ini harus kita perjuangkan bareng sih untuk memikirkan ulang tentang parliamentary threshold itu," tuturnya.

"Jangan sampai nanti dinaikin lagi jadi 6 persen, nanti makin lama partai-partai baru yang punya suara baru, suara beda akan susah untuk masuk," imbuhnya.
(srs/dar)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com