Edwin-Djody Pusing Mikirin Uang Belanja
Senin, 03 Okt 2005 11:28 WIB
Jakarta - Kenaikan BBM beberapa hari lalu ditanggapi serius oleh duo presenter kocak Edwin-Djody. Menurut mereka, sepertinya kenaikan itu sudah menjadi tradisi di Indonesia, terutama menjelang lebaran. Keduanya pun kini pusing memikirkan THR dan uang belanja.Bagi Edwin-Djody, kenaikan BBM tidak hanya berdampak untuk rakyat kecil saja. Mereka yang hidup berkecukupan juga merasakan akibatnya. "Kita punya karyawan, menjelang lebaran, gue harus kasih THR ke mereka. Belum lagi keperluan rumah tangga, belanja, dan segala macam, itu kan juga akan naik. Mungkin dulu kita punya kelebihan lumayan, sekarang lebih sedikit," ujar Edwin, ditemui detikhot di kawasan Blok M, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.Sang rekan, Djody kemudian menambahkan. Kata pria berkepala plontos itu, kenaikan harga menjelang puasa memang sudah menjadi tardisi di Indonesia. "Bulan puasa tuh kan biasanya harga barang-barang naik, nggak usah dinaikin juga udah naik". Makanya, Edwin-Djody menilai rasanya kurang tepat jika pemerintah menaikkan BBM saat ini.Apapun hal yang dikemukakan Edwin-Djody sepertinya tidak akan berpengaruh banyak. Toh pemerintah tetap menaikan harga BBM. Meski begitu keduanya tetap menghimbau, pemerintah memberikan kompensasi yang lebih baik untuk rakyat dengan naiknnya harga BBM itu."Gue mohon ke pemerintah, jangan BBM naik aja, nggak dibarengin yang lain. Maksudnya tolonglah penghasilan ke pekerja dinaikin. Timbulkan kesadaran orang-orang yang punya perusahaan untuk menaikkan gaji karyawannya," saran Edwin mantap. (eny/)











































