ADVERTISEMENT

Dakwah Keliling Dunia, Peggy Melati Sukma Pernah Dikejar hingga Ditahan

Hanif Hawari - detikHot
Minggu, 28 Apr 2019 20:37 WIB
Foto: Desi Puspasari/detikHOT
Jakarta - Peggy Melati Sukma sudah membuktikan sepak terjangnya di dunia dakwah. Sejak memutuskan hijrah, beberapa tahun lalu, ia sudah keliling dunia untuk menyebarkan nilai-nilai Islam.

Namun, perjuangan Peggy Melati Sukma itu bukannya tanpa halangan. Ia mengaku kerap terbentur budaya di berbagai negara, khususnya negara dengan mayoritas masyarakatnya non muslim.

"Nggak usah ditanya, di tahap-tahap awal berdakwah saya mengalami diusir, dilarang, spanduk dan semuanya dicopot, saya mengalami yang namanya dibatalkan sepihak. Saya mengalami semuanya," ujar Peggy Melati Sukma di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (26/4/2019).

"Ya sudah Allah maunya gitu. Kita nggak boleh marah. Saya mengalami hal seperti itu, termasuk di berbagai negara, termasuk negara yang resistant terhadap Islam dan saya mengalami macam-macam," sambungnya lagi.

Bahkan, Peggy Melati Sukma pernah mengalami kejadian buruk di wilayah perbatasan konflik. Penyebabnya sederhana, hanya karena penampilannya.

"Saya pernah terjebak di wiliayak konflik, saya permah ditahan cukup lama ya, di pebatasan daerah konflik dan sebagainya," kata Peggy Melati Sukma.

"Dan di negara yang non islam, saya pernah dikejar-kejar mau ditahan, karena saya pakai pakaian seperti ini ya. Jadi alhamdulillah mengalami macam-macam," ungkapnya.

Meskipun begitu, Peggy Melati Sukma tak lantas trauma. Ia yakin perjalanan berliku dalam berdakwah itu memang selalu ada dalam perjuangan dakwah Islam.

"Malu sama pendahulu kita yang mensyiarkan islam, malu sama nabi dan rasul, malu sama para sahabat, semua nggak ada yang gampang," tutup Peggy Melati Sukma.

(hnh/dal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT