Berita Terpopuler

Akhir Kegalauan 'Tak Biasa' Maudy Ayunda di Antara Harvard dan Stanford

Niken Purnamasari - detikHot
Minggu, 24 Mar 2019 07:09 WIB
Foto: Palevi S/detikFoto
Jakarta - "Ternyata kalau kita memberikan energi terhadap mimpi kita, kita memikirkan tentang hal itu, seperti yang aku lakukan selama ini, itu bisa terjadi. Aku percaya the power of visualization."


Begitu kata Maudy Ayunda ketika ditanya pencapaian mimpi. Dia berhasil mewujudkan mimpinya diterima masuk di dua kampus bergengsi dunia, Harvard University dan Stanford University.

Kegalauan Maudy Ayunda ini dinilai netizen millenial 'tak biasa'. Jika menilik ke linimasa Twitter misalnya, banyak netizen muda yang galau ketika memutuskan hal-hal kecil, tapi tidak bagi Maudy Ayunda.

Aktris dan penyanyi itu membuktikan bahwa ketika kita bisa memvisualisasikan mimpi, hal yang dikira mustahil dapat terwujud. Kehebohan Maudy yang diterima di Harvard dan Stanford terjadi beberapa waktu lalu.

Semula dia mengunggah foto dengan latar belakang patung John Harvard. Foto itu sekaligus sebagai pengumuman kalau dirinya diterima di Harvard University.

"Beberapa hari yang lalu, aku menerima penerimaan saya di Universitas Harvard untuk Magister Pendidikan. Terasa nyata dan aku dibawa kembali ke momen dua tahun yang lalu saat berjalan menaiki tangga dan menuju patung John Harvard. Aku melihat bangunan di sekelilingnya dan tertarik pada batu merahnya. Aku berjanji untuk belajar di sana," kata Maudy, dilihat detikHOT, Senin (4/3/2019).

Belum berhenti di situ. Maudy kembali membagikan euforianya diterima di Stanford University. Maudy sempat minder saat mendaftar di sana karena tingkat penerimaannya yang ketat dan sedikit. Bahkan dia sempat menyebut hampir mustahil bisa diterima.



"Tetapi ceritanya tidak berakhir di situ. Saat ini aku menghadapi dilema yang indah, karena saya juga mendengar kabar dari mimpi besar saya yang lain: penerimaan ke program MBA Stanford," ujarnya.

Lulusan S1 University of Oxford itu dilema. Baru-baru ini dia akhirnya mengakhiri kegalauan. Kepada Najwa Shihab, Maudy dengan antusias membagikan pilihan kampusnya.

"Aku sebenarnya, awalnya dari dulu punya mimpi bisa ngambil MBA Stanford tapi karena susah banget masuknya, acceptance rate-nya tuh kecil. Kalau aku baca, browsing, ceritanya seram-seram. 'You'll never get it lah' apa lah. Aku takut banget," cerita Maudy, dilihat detikHOT dari YouTube Najwa Shihab, Sabtu (23/3/2019).

Maudy mengatakan ada hal lain yang membuat dirinya begitu ingin masuk Stanford. Pengalaman dari teman-teman di sekitar hingga kemudahan mengambil subjek kuliah lain, menbuatnya tertarik dan tertantang masuk ke kampus itu.

"Ada beberapa teman aku yang lulus dari situ, they feel like grown experience. Aku juga interested dengan bussiness dan technology. Apalagi kawasannya dekat banget dari Silicon Valley. Aku selalu tahu I want do something with education. Jadi kalau misalnya itu (Stanford) nggak keterima karena susah banget, aku apply some education program (di Harvard)," ungkapnya.

"Jadi Harvard itu pilihan kedua sebenarnya Harvard itu backup. Duluan acceptance mana? Harvard atau Stanford?" timpal Najwa yang disambut tawa Maudy.

"Stanford," kata Maudy.

"Selesailah urusan ya berarti," sahut Najwa dengan tawa.

Jadi, mengutip kata-kata dari Maudy, kalau bermimpi janganlah nanggung. Bermimpi setinggi mungkin untuk aktualisasi diri.

Selamat ya, Maudy!

(nkn/nkn)