Pembunuh Sopir Yenny Rahman Ditangkap

Pembunuh Sopir Yenny Rahman Ditangkap

- detikHot
Kamis, 01 Sep 2005 13:49 WIB
Pembunuh Sopir Yenny Rahman Ditangkap
Jakarta - Pelaku pembunuhan terhadap sopir pribadi artis Yenny Rahman, H. Satiri Ahmad, pada 22 Mei akhirnya terungkap. Pelakunya bernama Prada Silcanto Hiola alias Candra, prajurit TNI yang bertugas di Kesatuan Kiwal Kostrad Petukangan Utara, Jakarta Selatan.Menurut pelaksana Harian Kabid Humas Polda Metro Jaya AKBP Eddy Ihwanto, penangkapan terhadap Prada Silcanto Hiola dilakukan tim Polda Metro Jaya yang diterjunkan untuk membantu Polres Depok dalam mengungkap kasus pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan ini."Tim Penyelidik berhasil mengungkap kasus ini dengan cara melakukan analisa terhadap penggunaan beberapa nomor handphone yang dicurigai" ujar Eddy dalam keterangan pers yang dibagikan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl. Sudirman, Jakarta.Dari hasil analisa diketahui nomor handphone tersebut milik Upi Lupiyanti, kekasih dari pelaku. Selain itu ada satu nomor lainnnya milik dari Yuyun Binti Rosid, ibu dari Upi. Menurut pengakuan Upi nomor tersebut yang sering digunakan untuk berhubungan dengan Prada Silcanto Hiola.Dalam pemeriksaan Silcanto Hiola mengaku kenal dengan korban sejak bulan Februari 2005 dalam sebuah acara keagamaan di Senayan. waktu itu korban sedang mengantarkan majikannya dan pelaku sedang bertugas sebagai paetugas keamanan dalam acara tersebut. Sejak itu keduanya sering kontak lewat telepon. Saat kejadian pada tanggal 22 Mei 2005 pukul 23.00 WIB pelaku bersama seorang tersangka lainnya bernama Samsu bertemu korban di sebuah kawasan di Depok dengan maksud untuk menagih janji korban yang akan mencarikan kerja buat adik pelaku. Ketika itu korban mengendarai Daihatsu Zebra Espass milik majikannya warna biru dengan nomor polisi B 8633 EE.Setelah makan malam mereka menuju rumah majikan korban, yakni Yenny Rahman, di Depok untuk mengantarkan beberapa. Di rumah majikannya inilah korban dibunuh dengan cara digorok leher dan ditusuk berkali-kali dengan pisau dapur. Setelah korban meninggal kedua pelaku mengambil dua buah handphone milik korban dan membawa kabur mobil Daihatsu Zebra Espass. Pelaku sempat kembali ke asrama Kostrad di Petukangan Utara Jaksel sebelum kemudian menuju rumah Silcanto di Bekasi. Mereka membuang pisau pulpen, dan kunci kamar korban di dekat perumahan tempat Silcanto tinggal.Keesokan harinya Silcanto menitipkan kendaraan hasil kejahatannya di rumah calon mertuanya di daerah Cikarang, Bekasi. Namun sebelumnya plat nomor kendaran itu diganti menjadi B 8761 EA, untuk dijual yang kemudian uangnya bisa dipergunakan untuk biaya nikah dengan Upi Lupiyanti.Pelaku setelah diperiksa oleh tim penyelidik pelaku diserahkan ke Pomdam Jaya. Sementara pelaku lainnya Samsu masih buron dan sedang dalam pengejaran. "Kita masih terus melakukan pengejaran terhadap tersangka lainnya" ujar Eddy. (gtp/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads