'Pagi pagi Pasti Happy', Kamis (27/9/2018) kembali menghubungi keluarga dari Haringga. Kini giliran ibunda Haringga yang bicara.
Berbicara dengan Uya Kuya, Mirah tampak masih sulit menahan kesedihannya. Tangisnya pun pecah seketika membicarakan almarhum anaknya yang meninggal akibat dikeroyok oleh oknum bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya saya maunya biar tuntas, ditangkapin semua pelakunya, dihukum seberat-beratnya. Tetap saja saya yang urus, saya yang gendong-gendong. Saya hanya gimana ya. Saya sayang sama anak saya, tapi lihat dia diperlakukan kayak binatang, diperlakukannya sudah kelewatan," tutur Mirah histeris.
Berbarengan dengan itu, Heru Joko, Ketua Viking Persib Club, juga ikut melakukan teleconference. Joko mengatakan pihaknya juga sangat prihatin dan menyayangkan Haringga tewas di tangan oknum bobotoh.
"Mereka yang ditangkap, suporter yang punya kartu anggota?" tanya Uya Kuya.
"Kami tidak mau terulang lagi, kelakuan kemarin mereka tidak terorganiasasi dalam anggota kami. Ada 8 orang tapi semuaya bobotoh, mereka datang ke stadion untuk mendukung timnya bertanding. Karena animonya besar jadi saya lihat itu di luar stadion," jelas Heru.
Didengar langsung oleh ibunda Haringga Sirla, Heru mengatakan pihaknya tetap akan melakukan pertanggungjawaban. Pihaknya juga akan datang langsung ke rumah Haringga.
Tidak hanya itu, Heru bersama anggota Viking sudah menggelar pengajian untuk Haringga.
"Harus ada pertangung jawaban, kami bertanggung jawab secara moral agar kejadian ini tak terulang lagi. Semalam kami bikin pengajian. Nanti mau ke rumah Haringga," katanya.
"Jadi setelah kejadian belum ke rumah korban?" tanya Uya.
"Karena saya ingin situasinya yang kondusif dulu dan aman. Almarhum sebagai pejuang sepak bola. Kemarin sudah ada peringataan besar, kita sudah capek dengan adanya ini," pungkas Heru.
Masih teringat maksud hati menonton pertandingan Persija versus Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Haringga justru tewas mengenaskan. Pria berusia 23 tahun itu dihajar dan dikeroyok dengan brutal oleh oknum bobotoh yang ada di luar stadion.
Simak Juga 'Pesepakbola Indonesia Tuntut Nota Damai Antar Suporter':
(pus/kmb)











































