Diusir dari Surabaya, Ahmad Dhani Merasa Nilai Demokrasi Berkurang

Diusir dari Surabaya, Ahmad Dhani Merasa Nilai Demokrasi Berkurang

Hanif Hawari - detikHot
Senin, 03 Sep 2018 22:09 WIB
Diusir dari Surabaya, Ahmad Dhani Merasa Nilai Demokrasi Berkurang
Foto: Ahmad Dhani (Hanif/detikHOT)
Jakarta - Ahmad Dhani merasa tak bisa bebas berpendapat di era pemerintahan Jokowi. Hal itu merupakan reaksi dari penolakan yang diterimanya dari sejumlah daerah, salah satunya Surabaya.

Menurut Ahmad Dhani, tidak ada hukum yang membatasi kebebasan berpendapat. Dirinya pun menegaskan akan terus menyuarakan aspirasinya sebagai rakyat secara vokal.

"Ini kegiatan kebebasan berpendapat. Bawaslu kan nggak melarang. Kita akan terus berpendapat," ujar Ahmad Dhani saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (3/9/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ahmad Dhani lantas menilai pemerintahan Jokowi tidak menjunjung tinggi nilai demokrasi. Hal itu, kata ayah lima anak tersebut, jika dibandingkan dengan zaman reformasi.

"Secara demokrasi kita memang mundur selama pemerintahan Jokowi dari zaman reformasi," tuturnya.

Meski telah menerima berbagai bentuk penolakan secara langsung, kondisi Ahmad Dhani masih aman hingga saat ini. Suami Mulan Jameela itu mengaku tak mendapat serangan teror dari pihak mana pun.

"Nggak ada teror," ucap Ahmad Dhani singkat.

Tak heran, tak ada kekhawatiran yang muncul dari pihak keluarga. Kata Ahmad Dhani, keluarganya sudah mengerti resiko berperan sebagai pendukung garis keras bakal Calon Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Tanggapan keluarga biasa aja. Ya memang itu jalan yang harus dijalani," tutup Ahmad Dhani.

(hnh/mah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads