"Anak-anak tuh saya biasakan bagaimana merasakan kerja. Dalam arti kata biar mereka nggak jadi anak manja. Selama ini anak-anak kan alhamdulillah kita mampulah bisa beli apa saja. Cuma saya nggak mau anak-anak itu punya mental yang setiap mau apa harus dapet. Mereka harus bisa merasakan susahnya nyari duit," kata Uya Kuya kepada wartawan saat ditemui usai mengisi acara di 'Pagi-pagi Pasti Happy', Trans TV, Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2018).
Uya Kuya Komentari Nikita Dipolisikan Dipo Latief
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, Cinta dan Nino juga diajarkan untuk dagang secara online. Bahkan beberapa kali Uya Kuya menyewakan tempat bazar untuk mereka.
"Anak saya juga saya bekali baju-baju kaos untuk dijual di Instagram, untung nggak usah banyak-banyak, Kita nggak bicara untung. Terus laku berapa? Kadang-kadang sekali ngepost nggak laku pah. Kadang-kadang saya suruh datang ke bazar. Saya sewain tempat buat bazar. Kadang laku banyak. Kadang udah capek ngangkat-ngangkat lakunya sedikit. Saya bilang, rasain kan? Itu kerjaan nggak gampang. Jadi anak-anak terbiasa," paparnya.
Anak pertama Uya Kuya, Cinta tak pernah komplain ketika bekerja. Berbeda dengan Nino, raut wajah lelah dan malas pun terlihat jelas saat itu.
"Cinta nggak. Si Nino yang kecil kadang-kadang suka komplainnya bukan mulut tapi saya tahu mukanya kan gimana. Kalau Cinta justru yang nawarin, pah besok aku ikut kerja lagi yah. Udah lebih dewasa. Malah dia di sekolahnya ada kewajiban harus setiap hari minimal tiga jam bekerja di panti asuhan, panti jompo atau rumah singgah itu. Itu setiap harinya dalam sebulan," pungkas Uya Kuya.
Simak Juga 'Tanggapan Uya Kuya Buat Netizan yang Nyinyirin Gaya Anaknya':












































