Ia pun mengaku telah jatuh hati pada laut sejak kecil. Saat itu ia kerap diajak oleh mendiang sang ayah pergi ke laut.
"Dari bayi diajak sama keluarga sama almarhum ayah sama tim eksplorasi dia. Jadi udahnya saya tumbuh di alam," ungkapnya saat ditemui di jumpa pers konser Clear Ayo Indonesia Bisa, Tennis Indoor Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (13/5/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Instagram Hamish Daud |
Karena hobinya menyelam tersebut, Hamish Daud pun menjadi peduli dengan isu dan permasalahan kelautan. Ia mengaku merasa prihatin dengan penangkapan ikan liar yang terjadi di laut Indonesia.
"Dulu waktu tinggal di Sumba, 9 tahun sering berenang sama hiu, duyung, paus, tapi sekarang udah nggak ada lagi. Ini bukan masalah baru ya, ini udah tiga dekade ya terjadi karena ilegal fishing," urainya.
Namun diakui Hamish, kondisi tersebut telah membaik saat ini. Baginya hal tersebut dikarenakan adanya kebijakan dari pemangku kepentingan saat ini.
"Sekarang mulai terbantu dengan adanya Bu Susi. Sebenernya kita udah mengalami ilegal fishing 240 triliun setahun. Tapi sekarang itu udah mulai berhenti. Udah saatnya kembali seperti dulu," jelasnya.
Ketika ditanyai bagian Indonesis mana yang paling ia sukai, Hamish Daud mengatakan dirinya terpikat oleh keindahan alam bawah laut Indonesia Timur, terutama Papua.
"Karena setiap diving (di Papua), pasti ada sesuatu yang baru yang belum pernah saya lihat. Pasti," kata Hamish. (srs/kmb)












































Foto: Instagram Hamish Daud