Artis Dituding Pelakor, Kenapa Masih Berani Jalan Bareng Pasangan?

Artis Dituding Pelakor, Kenapa Masih Berani Jalan Bareng Pasangan?

Veynindia Esaloni Pardede - detikHot
Senin, 27 Nov 2017 16:10 WIB
Artis Dituding Pelakor, Kenapa Masih Berani Jalan Bareng Pasangan?
Foto: Pelakor (Facebook dr Yudhistya SpOG)
Jakarta - Bukan yang pertama kali artis dituding sebagai perebut suami orang. Tapi artis-artis itu tetap percaya diri menggandeng pasangannya di depan umum.

Banyak yang mempertanyakan, tidak malu mereka menggandeng pasangan yang berstatus sebagai suami orang? Menurut psikolog Poppy Amalya, bukan tidak malu, alasan para artis itu tetap percaya diri menggandeng pasangannya.

"Bukan pura-pura nggak merasa malu tapi udah keadaan seperti itu," jawab Poppy kepada detikHOT di Gedung Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Poppy Amalya menjelaskan, imej negatif sudah pasti melekat pada artis-artis itu. Jangankan untuk dirinya, pandangan miring juga akan menempel pada keluarga dan anaknya.

"Oh iya punya efek yang negatif dong. Baik keluarga, anaknya kemudian yang ngalamin istrinya ya? Kemudian membenci dirinya sendiri. Pelakor itu efeknya ke si suami, dia nggak bisa nggak terima sama anaknya," jelasnya.

"Kemudian terhadap istri udah benci suaminya, nggak percaya. Anaknya punya masalah secara psikologis. Apalagi kalau sampai disebarluasin ke orang-orang," tutur Poppy Amalya.

Bukan hanya karena mencari harta, artis yang dituding prlakor bisa jadi mempunyai pengalaman buruk di masa lalu. Itu salah satu alasan artis atau perempuan menjalin kasih dengan pria beristri.

"Itu tadi biasanya kan cari orang yang mapan secara ekonomi maupun secara pemikiran, mencari figur ayah. Biasa orang tersebut memiliki persoalan di masa lalu," ungkapnya.

Tapi meski sering muncul bersama dengan pasangannya, artis yang dituding sebagai perebut suami orang itu akan selalu diam. Tak akan ada klarifikasi untuk menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya.

"Ya karena kalau dia bicara semua orang menghujat dia. Udah pasti salah. Apapun juga sebaik-baiknya dia sebagai perempuan semulia-mulianya dia, dia tuh ngerebut suami orang. Kalau udah duda baru deh, terserah deh," tegas psikolog Poppy Amalya.

(pus/mau)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads