"Insya Allah kalau memang memungkinkan, kalau memang menguntungkan posisi klien saya. Dalam perkara ini tentu saya akan menghadirkan," ujar pengacara Atalarik, Junaidi, kepada detikHOT, Kamis (22/6/2017).
Junaidi menilai sosok sopir tersebut mampu menjabarkan keseharian pribadi Tsania Marwa selama menjalani rumah tangga dengan Atalarik. Ia pun yakin sopir yang sudah bekerja selama 6 bulan itu cukup kredibel menjadi saksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Junaidi juga mengomentari video kesaksian Puryadi terkait masalah rumah tangga keduanya. Kendati mengetahui, Junaidi belum menggali lebih dalam.
"Saya tidak pernah tanya, sama seperti ketika saya melihat posting-an tersebut saya juga tidak pernah konfirmasi. Tapi dalam pembicaraan tertentu ada hal yang mungkin saya tidak bisa sampaikan disini. Tapi saya tidak spesifik nanya ke Arik, apakah benar video itu atau tidak. Karena orang itu masih bekerja sama Arik sampai sekarang," jelas Junaidi.
Video tersebut juga disebut menimbulkan adanya indikasi seolah kesaksian Puryadi hanya rekayasa dari pihak Atalarik. Junaidi pun menyikapi hal tersebut dengan santai.
"Kalau misalnya suruhan pun dalam pengertian disuruh untuk mengatakan yang benar apa adanya mungkin nggak ada salahnya. Kalau pembuatan video itu sepengetahuan Atalarik boleh jadi benar, tapi kalau ada kata-kata suruh, ini yang mungkin harus hati-hati, karena kata suruh seolah meminta melakukan sesuatu. Tapi kalau memang untuk mengungkapkan hal sebenarnya saya rasa tidak masalah," urainya.
Junaidi sendiri juga akan meminta keterangan Puryadi lebih lanjut. Baginya, hal itu dilakukan agar menguatkan kesaksiannya di meja hijau mendatang.
"Saya harus tanya yang bersangkutan kemudian bagaimana keterangan yang sebenarnya, karena kita tahu kalau rekaman itu ada proses editing, apakah diedit dulu atau tidak, yang saya pegang adalah saat dia berbicara di pengadilan," pungkas Junaidi.
Sementara itu, pihak Tsania Marwa sempat membantah keras mengenai ungkapan sang sopir. Bahkan, pihak Marwa menyebut Puryadi hanya mengantar majikannya beberapa kali saja dan mengada-ada.
(fbr/mau)











































