Sting, Dosen Musik Dadakan
Rabu, 20 Apr 2005 18:32 WIB
Jakarta - Suatu pagi, Senin (18/4/2005) lalu, sekelompok mahasiswa University of Illinois Chicago terkaget-kaget. Tanpa disangka-sangka, sesosok pria masuk ke dalam ruang kuliah mereka. Dialah Sting, penyanyi tenar yang dulu merintis karirnya lewat band The Police. Hari itu, Sting dan kawan-kawan musisi-nya memberi pelajaran musik.Kehadiran Sting di sana bukan tanpa sebab. Ia memang didaulat untuk memberikan pelajaran bermusik bagi para mahasiswa. Pendeknya, Sting diundang menjadi dosen tamu selama satu hari. Hanya saja, tak semua mahasiswa diberi tahu, karenanya kehadiran Sting tak ayal lagi membuatsuasana ruang kuliah sempat gaduh.Kegaduhan itu berlanjut. Sting yang sudah punya nama besar kelas dunia, tak canggung untuk berkumpul bersama-sama para mahasiswa. Ia serius memberikan pelajaran dasar-dasar bermusik. Sting memulai kelas musiknya dengan memainkan hits "Message in a Bottle" diiringi dengan 2 akustik gitar.Setelah itu, layaknya perkuliahan, Sting juga membuka forum tanya jawab. Bersama para mahasiswa, ia mendiskusikan pengaruh musiknya dan juga bicara berbagai macam komposisi tehnik bermain musik. Sebagai penutup, Sting mengajak para mahasiswanya untuk dan nge-jam bareng dan bersama-sama menyanyikan hitsnya, "Every Breath You Take."Omong-omong, kedatangan Sting ke kampus itu tidak cuma-cuma lho. MTV lah yang menyertai kedatangan Sting ke kampus. Mereka merekam segala kegiatan Sting selama satu hari menjadi dosen. Rekaman itu rencananya akan ditayangkan sebuah program Tv berjudul "Stand In." Acara ini akan disiarkan tanggal 25 April mendatang di MTV Internasional. Sting sendiri oke-oke saja dengan kehadiran MTV. Toh, sejatinya ia juga orang yang tak bisa berdiam diri. Katanya, berdiam diri tanpa bermusik justru akan membuatnya panik. "Saya takut jika tidak ada kegiatan. Itu sebabnya mengapa kami banyak melakukan tur." Begitu ucapnya sepertidilansir Billboard, Rabu (20/4/2005).Dari pengalamannya berbagi ilmu bermusik itu, ada satu yang dipesankan Sting kepada murid-muridnya. Dia menasehati mereka agar tidak menelan mentah-mentah apa yang dia berikan. Dia meminta agar murid-muridnya mengawali bermusik dari jiwa mereka. Duh....bijaknya! (tbs/)











































