Jackie Chan Makin Gencar Berbisnis
Sabtu, 16 Apr 2005 16:11 WIB
Jakarta - Sukses tiga tahun bisnis pakaiannya, aktor Jackie Chan makin mantap membangun kerajaan karir lain di luar akting. Mulai dari tempat fitness, restoran, sampai perlengkapan tidur kini tengah dipersiapkannya. Langit sepertinya adalah batas bagi aktor asal Hongkong, Jackie Chan. Dari sedikit aktor Asia yang mampu menembus tembok Hollywood, Jackie adalah salah satunya. Namun keberhasilan itu tak membuat Jackie jalan di tempat. Setelah akting, Jackie ingin menambah pemasukannya lewat jalur lain. Tentang bisnis pakaian, bisa dibilang Jackie bukan orang baru. Sejak tiga tahun lalu, label pakaian yang telah dirilis Jackie telah sukses menembus pasaran. Demikian fashionguide, Sabtu (16/4/2005). Tak hanya berhenti di pakaian, aktor kelahiran 7 april 1954 tersebut juga ingin publik menikmati gaya hidup ala Jackie Chan. Mulai dari bangun pagi dan berolahraga "Jackie Chan Signature Club" sebuah tempat fitness, pergi makan di Jackie Chan restaurant, mengudap makanan kecil, Cokelat dan Roti Gandum keluaran Jackie Chan, sampai beristirahat di tempat tidur yang beralaskan seprai Jackie Chan. Sebenarnya Chan sudah mulai berbisnis sejak 20 tahun lalu. Namun sayang ketika itu hasilnya tak sesuai dengan yang diharapkannya. Kemampuan Chan dalam menghitung dan merencanakan bisnis masih belum matang. Kini seakan tak pernah menyerah, Chan memulai kembali kerajaan bisnisnya. Bedanya, bintang "Rush Hour" dan "Tuxedo" itu telah menyewa perencana dan konsultan bisnis profesional untuk mengurus segala aktivitas ekonominya itu. Terjun ke berbagai bisnis tak membuat Chan lupa akan karir telah yang melejitkan namanya. Walau sibuk mengurus bisnis lain, akting tetap menjadi prioritas utama aktor bernama asli Kong Sang Chan itu. Sampai kapan ia tak akan meninggalkan dunia yang digemari sekaligus menjadi sumber pemasukan utamanya itu. "Untuk saya pemasukan terbaik tetap berasal dari film. Saham, spekulasi uang dan properti tidak akan mendatangkan uang lebih banyak daripada pemasukan lewat film," ujar Chan. Perkataan Chan itu memang benar adanya. Di tengah kesibukannya membangun kerajaan bisnis, aktor yang juga sutradara itu kini tengah terikat kontrak dengan judul 3 produksi film antara lain, "Rush Hour 3", "The Myth", dan "Joe's Last Chance". (fta/)











































