Manajer Artis: Kontrak Eksklusif Itu Seperti Kawin Penuh Komitmen

Kontrak Eksklusif Artis

Manajer Artis: Kontrak Eksklusif Itu Seperti Kawin Penuh Komitmen

Desi Puspasari - detikHot
Senin, 06 Feb 2017 20:06 WIB
Manajer Artis: Kontrak Eksklusif Itu Seperti Kawin Penuh Komitmen
Foto: internet
Jakarta - Tidak mudah menjalin komitmen, begitu juga ketika artis terikat dalam sebuah kontrak eksklusif. Menurut Sulung yang merupakan manajemen beberapa artis ternama, menjalin kontrak seperti itu komitmennya seperti kawin.

Kepada detikHOT, Senin (6/2/2017) pemilik manajemen artis Avatara88, kontrak yang bersifat eksklusif sangat penting untuk kedua belah pihak.

"Jadi kita sudah sepakat sudah bekerja sama. Sama aja kita kawin secara kerjaaan kan seperti itu. Nanti kalau kawin secara kerjaan kan harus ada loyalitas kan. Ada loyalitas antara talent ke manajer ada manajer ke telent komitmennya apa dalam bentuk kontrak, kontrak eksklusif," papar Sulung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak awal mendirikan manajemen artis, Sulung selalu menerapkan kontrak eksklusif untuk para artisnya. Menurutnya, bila sudah bisa memilih si artis harus bis berkomitmen dengan pilihannya.

Sebagai manajer, Sulung juga total dalam mengelola karier artis-artisnya. Jadi semua yang dikerjakan bisa dievaluasi bersama.

"Itu sebabnya kontraknya eksklusif itu ada jangka waktu biar begitu selesai bisa mereview evaluasi. Misalnya Selama kontrak itu apakah hubungan kerja samanya makin bagus atau ternyata nggak ada chemistry satu sama lain kan itu nggak bisa dipaksa. Begitu kontrak direview masing-masing pihak bisa memutuskan apakah dilanjutkan atau selesai. Kurang lebih seperti itu," jelasnya.

Saat ini, artis-artis yang dipegangnya seperti Cathy Sharon sudah 13 tahun, Vino G. Bastian sudah 8 tahun, Julie Estelle dan beberapa artis terkenal lainya. Semuanya bisa menjaga komitmen yang disepakati.

Sulung pun tidak mau mengekang para artisnya untuk terkurung dalam kontrak. Semua bisa dibicarakan dan dicari solusinya.

"Itu nggak masalah kita omongin aja. Kita kan di Indonesia apa sih yang nggak bisa kita omongin. Semua bisa musyawarah kan. Saya sih yang penting walaupun sudah tidak kerja sama alangkah baiknya silaturrahmi tidak diputus," ucapnya.

"Karena kalau memang sudah nggak ada chemistry nggak bisa dipaksa karena faktor kenyamanan. Kalau masing-masing kita nggak nyaman kan saya nggak bisa total buat mereka mereka juga nggak bisa total juga buat apa," tutup Sulung. (pus/dar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads