Paris menuding Dr. Conrad Murray, dokter pribadi yang kala itu merawat Michael. Ia memberikan sejumlah anestesi yang pada akhirnya membuat pelantun 'Heal the World' tersebut menjadi ketergantungan.
Tak hanya itu, Paris juga menyalahkan AEG Live, promotor konser tur sang mendiang. Beberapa kali, aktris berusia 18 tahun itu melihat sang ayah sangat kelelahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut keterangan Paris, Michael bahkan beberapa kali bicara soal kematian dan seseorang yang ingin membunuhnya. Hal tersebut semakin membuatnya percaya bahwa sang ayah meninggal dunia dengan disengaja.
"Ia seperti memberi pertanda soal orang yang ingin melukainya. Dan suatu hari dia bilang, 'Mereka akan membunuhku suatu hari nanti.' Kedengarannya seperti teori konspirasi, tapi fans sebenarnya dan semua orang di keluarga tahu. Semua sudah direncanakan. Semua hanyalah omong kosong," tegasnya.
Paris pun percaya kebenaran akan muncul dengan sendirinya suatu hari. Ia hanya tinggal menunggu saat yang tepat datang.
"Semuanya seperti permainan catur. Dan kini, aku akan memainkan caturnya dengan benar. Itu yang bisa kubilang saat ini," pungkas Paris.
Baca juga: Dekat dengan J.Lo, Drake Kepergok Kencan dengan Bintang Porno
(dal/mmu)











































