Motor pertamanya itu ia beli dan rakit ketika masih di Melbourne, Australia. Hingga saat ini kendaraan tersebut ia wariskan kepada adiknya.
"Aku masih pegang motor pertama itu yang aku bikin dari awal. Ada di Melbourne aku beli umur 16 tahun. kan nggak boleh mengemudi sejak umur 16 jadi sebelum pegang itu aku udah persiapkan diri rakit itu, tuturnya saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Senin (23/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya untuk memilih motor jangan hanya dilihat dari body-nya saja, tapi bisa dilihat dari mesinnya.
"Yang penting sound (suara knalpot), itu bikin aku meleleh aja sih beda banget. Karena semua enginering motor beda banget sih, jadi nggak cuma look aja kan semua orang suka sama look-nya aja tapi aku lebih suka enginer-nya aja, speed-nya, untuk longlasting-nya, warnanya, mereka bikin semua itu long lasting," pungkasnya. (kmb/mmu)











































