"Cuma kembali lagi, semua orang boleh beropini. Aku cuma bisa sejujurnya aja. Kalau mau dengerin ya udah, nggak juga nggak apa-apa. Aku cuma punya dua tangan, cuma bisa tutup kuping, nggak bisa nutup semua mulut orang," begitulah curahan hati Ariel saat berbincang dengan detikHOT di Kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.
Ariel merasa beruntung karena dirinya termasuk tipe orang yang tidak peduli dengan hater. Bahkan, sejak SMP dia sudah mempunyai pengalaman tidak mengenakkan dengan hater.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya jangan pernah berpikiran hanya untuk orang lain. Untuk terus bisa menjalani hidup dengan sehat, Ariel selalu melakukan apapun yang bisa membuat dirinya bahagia. (pus/kmb)











































