Bintang film '3 Srikandi' itu memang terbiasa dan terlatih mengikuti teater sejak duduk di bangku sekolah dan terus berlanjut hingga tamat pendidikan. Berkat kegigihannya dalam melakoni peran demi peran di atas panggung, cewek kelahiran tahun 1995 itu kini namanya begitu dikenal berkat judul-judul film yang tak jarang 'box office'. Seperti 'Street Society' (2014), 'Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar' (2014), 'Di Balik 98' (2015), hingga 'Rudy Habibie (2016).
Chelsea merasakan, ilmu yang telah diperoleh dari panggung teater kini bermanfaat bagi kelangsungan karier aktingnya di layar lebar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terus setiap adegan jadi kayak ada karakter art-nya, ada karakter grafisnya, di sini dia jatuh, di sini dia bangun, di sini dia seneng, dia nangis... jadi dari teater itu aku kebawa ke film ini teknik-tekniknya kebawa saat aku berakting di film," tambahnya.
"Teknik seperti nggak boleh salah, one take, oke kayak gitu-gitu karena kan kayak teater itu run through nggak boleh salah. Tapi lebih ke displin sih teater itu. Disiplin dan komitmen, aku belajar itu sih dari teater, fokus dan konsentrasi, nah itu yang aku bawa ke film. Ketika aku bermain film aku juga mengaplikasikan teknik-teknik yang ada di teater gitu," urainya lagi.
Tak heran dalam beberapa judul film yang telah ia bintangi, putri pasangan Samantha Barbara dan Indra Budianto itu terlihat natural. Dirinya juga harus bisa membedakan ketika bermain film dan teater. Menurutnya ketika bermain film ia harus bersikap layaknya dalam keseharian yang apa adanya.
"Kalau di film itu aktingnya harus natural, bawaannya dan cara ngomongnya harus seperti sehari-hari. Kalau teater kita kayak hidup seperti di dunia yang full of imagination, kayak berangan-angan, kayak menceritakan dongeng gitu. Tapi kalau film itu kan, ya udah kayak aku ngomong gini, langsung straight to the point, menyampaikan pesannya langsung," tandasnya.
(mah/mmu)











































